Tingkatkan Keamanan Pangan, Dishanpan Kabupaten Cilacap Gelar Workshop JKPD

oleh -404 Dilihat
oleh
img 20241120 wa0000

CILACAP, Revolusinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap melalui Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kabupaten Cilacap menggelar Workshop Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) di Ruang Rapat Jala Bhumi Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap pada Selasa (19/11/2024).

Kegiatan tersebut untuk mensinergikan kerjasama antara instansi terkait dalam pengawasan mutu, keamanan pangan serta meningkatkan pelayanan, penjaminan mutu dan keamanan pangan yang dijualbelikan kepada masyarakat sebagai wujud perlindungan konsumen.

Acara dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Mohamad Wijaya, Kepala Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Sigit Widayanto, dengan peserta workshop perwakilan dari Perangkat Daerah, Kecamatan, Puskesmas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap dan Anggota Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah.

Dalam laporannya Sigit Widayanto menyampaikan, bahwa kegiatan workshop ini diselengarakan dengan maksud untuk menyelaraskan pola pikir dan meningkatkan wawasan tentang pentingnya mutu dan keamanan pangan di Kabupaten Cilacap.

“Keamanan pangan merupakan prasyarat utama untuk memperoleh pangan bergizi, dalam menjalani hidup sehat dan produktif, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Pangan yang aman menjadi dasar untuk mencegah malnutrisi dan penyakit,’ kata Wijaya.

Dalam sambutannya Wijaya menyapaikan, menghadapi permasalahan yang krusial yakni kekurangan gizi, yang dalam banyak kasus berujung pada stunting. Di Kabupaten Cilacap, prevalensi stunting berdasarkan SSGI 2022 tercatat 17,6%, dan meningkat menjadi 18,5% pada tahun 2023. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi yang lebih intensif dan kolaborasi antar berbagai pihak untuk menurunkan angka stunting, yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.”

Oleh karena itu, Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) yang mempunyai peranan penting dalam melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti pengawasan kualitas pangan, edukasi masyarakat, dan penerapan standar keamanan pangan.

Workshop diisi oleh tiga  Pemateri  yakni Kepala Bappeda Kabupaten Cilacap Sujito, Kepala Bidang Farmasi, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman pada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Babupaten Cilacap  Hudaefah dan Kepala Loka POM Banyumas  Winananto.

Saat memaparkan materi, Sujito menyampaikan dalam rangka menangani masalah stunting, saat penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) agar memunculkan kegiatan rembug stunting, yang didukung oleh inovasi-inovasi dalam rangka menurunkan stunting, sedangkan Hudaefah  menyampaikan materi  tetang Peran District Food Inspector melalui Pengawasan Keamanan Pangan dalam Pencegahan Stunting di Kabupaten Cilacap.

Sebagai pemateri terakhir Kepala Loka POM di Banyumas, Winananto  menyampaikan, Sinergitas BPOM dan Tim JKPD dalam Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting  Melalui Keamanan Pangan. Namun ironisnya di tengah keseriusan Pemerintah Daerah dalam upaya menurunkan angka stunting, masih saja  ditemukan tahu berformalin di wilayah Cilacap, Banyumas, Banjarnegara dan Purbalingga yang tentunya menjadi catatan penting bagi perlindungan dan keamanan pangan bagi masyarakat.