Usai Panggil Menteri, Presiden Prabowo Perintahkan Segera Eksekusi Proyek Hilirisasi

oleh -405 Dilihat
oleh
img 20251107 wa0000 11zon

JAKARTA, Revolusinews.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan bahwa Presiden memberikan arahan agar proses hilirisasi yang telah melalui evaluasi menyeluruh dapat segera dijalankan.

Hal tersebut disampaikan dalam keterangan pers oleh Rosan Roeslani usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (06/11/2025).

“Arahan beliau, kalau yang sudah dilakukan evaluasi secara baik, secara benar, itu sudah bisa mulai dijalankan dulu. Jadi kalau misalnya dari 18 proyek sudah ada yang secara finansial, legal, administrasi, dan teknologi sudah oke, itu bisa segera dijalankan,” ujar Rosan kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Selain membahas kesiapan proyek hilirisasi, pertemuan tersebut juga menyoroti aspek pembiayaan. Rosan memastikan bahwa pendanaan untuk proyek-proyek strategis nasional berada dalam kondisi sangat baik.

“Kalau dari pendanaannya kita tidak ada masalah, kita mempunyai pendanaan yang sangat baik, sangat solid. Kita pun melakukan rating, baik oleh Pefindo ratingnya juga triple A, oleh Fitch juga triple A, rating tertinggi yang kita dapatkan, dan saya juga melaporkan itu kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rosan juga melaporkan perkembangan program waste-to-energy yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo. Ia menyampaikan bahwa saat ini sudah terdapat lebih dari 240 investor potensial dari luar negeri yang berminat untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Rosan mengungkapkan, tujuh daerah telah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk memulai proses bidding. Proses tersebut rencananya akan mulai digelar pekan depan.

“Karena dari tujuh (daerah) itu memang kesediaan lahannya sudah ada, kemudian kesediaan dari sampahnya juga sudah cukup, kesediaan dari infrastrukturnya juga jalan maupun air juga sudah ada, jadi itu bisa kita proses lebih lanjut lagi untuk yang tujuh daerah itu,” tutup Rosan. (BPMI Setpres)

No More Posts Available.

No more pages to load.