PEMALANG, Revolusinews.com – Pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) pada SPPG MBG 01 Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, kembali menjadi sorotan. Sistem pengolahan limbah di dapur tersebut diduga masih menggunakan metode manual berupa resapan.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian pengelolaan limbah dengan standar sanitasi dan lingkungan yang seharusnya diterapkan dalam operasional SPPG program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat dikonfirmasi pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, Kepala Dapur SPPG MBG 01 Loning tidak bisa ditemui. Hanya menyebut pengelolaan IPAL akan segera diperbaiki. “Itu sudah mau dibetulkan, pak. Keluar airnya sudah bersih,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sedang tidak berada di lokasi dapur. Menurutnya, instalasi IPAL bagian luar nantinya akan dipasang sebagai bagian dari perbaikan pengelolaan limbah.
Namun, hasil pantauan di lokasi menunjukkan adanya cairan berminyak dan material menyerupai lemak pada saluran didepan dapur.
Sorotan juga datang dari Lembaga Lingkungan Hidup Kawali Kabupaten Pemalang. M. Arifin, Ketua Bidang Investigasi dan kampanye, menegaskan pihaknya siap mengawal persoalan tersebut apabila ditemukan pengelolaan limbah yang dinilai mengabaikan aspek lingkungan.
“Ini tidak bisa dibiarkan, mengingat fasilitas pengelolaan limbah langsung ke saluran petani,” ungkap Arifin kepada media. Ia menilai keberadaan IPAL dan pengelolaan sanitasi harus menjadi perhatian serius pengelola SPPG.
Sementara itu, upaya konfirmasi langsung kepada pihak SPPI maupun mitra SPPG belum membuahkan hasil. Penjaga gerbang bernama Carpadi menyampaikan bahwa Kepala Dapur dan Aslap sedang tidak berada di lokasi, sementara kunjungan sebelumnya tidak ketemu siapapun.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak mitra SPPG belum memberikan penjelasan mengenai dugaan penggunaan IPAL manual, kondisi saluran limbah diarahkan ke saluran buangan petani. Publik pun menunggu kejelasan agar operasional program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperhatikan kebersihan, sanitasi, dan kelestarian lingkungan.










