Warga Membuat Laporan Tanpa Embel-embel, Oknum Polisi Polsek Palmerah Sebut Pelit

oleh -10987 Dilihat
oleh
polsek palmerah revolusinews revolusi news
Polsek Palmerah tampak depan (Foto: Eman)

JAKARTA, Revolusinews.com – Seorang warga mengaku mendapat perlakuan tak menyenangkan dari oknum polisi setelah membuat laporan kehilangan buku tabungan di Polsek Palmerah, Jakarta Barat.

Peristiwa yang dialami warga tersebut di unggah melalui akun Twitternya @Rezki Achyana hingga viral di media sosial. Dalam unggahannya di media sosial Twitter pada Kamis (24/11/2022) pukul 13.21 WIB diketahui bahwa diduga warga tersebut mendapat penghinaan hingga rasis setelah dia menerima surat kehilangan buku tabungan.

“Habis membuat laporan kehilangan di Polsek Palmerah Jakarta Barat. Setelah suratnya gua terima, gua bilang terima kasih,” kata pemilik akun tersebut.

“Oknum polisinya bilang: “Terima kasih doang?”. Gua jawab: “iya”. Terus gua keluar ruangan. Oknum polisinya teriakin gua,” ujar pemilik akun dalam cuitannya.

Sementara itu sebagai Kapolsek meminta maaf yang dimana akibat unggahan warga tersebut memicu respons banyak dari masyarakat luas sehingga Kapolsek Palmerah langsung mengadakan pertemuan dengan pemilik akun Twitter @Rezky Achyana.

“Malam ini pukul 20.00 WIB saya bertemu dengan Kapolsek Palmerah Jakarta Barat, AKP Dodi Abdulrohim yang meminta maaf atas kelakuan Brigadir RYP yang diduga melakukan perkataan rasis ke saya tadi siang,” kata Rezky.

“Permintaan maaf sudah diterima dan melakukan press conference juga,” unggah akun Twitter tersebut di hari yang sama tepat pukul 13.21 WIB.

Kapolsek mengatakan, dua personel sedang menjalani pemeriksaan oleh Provos Polres Metro Jakarta Barat karena diduga melakukan penghinaan hingga rasis terhadap warga.

“Anggota kami diperiksa Provos Polres. Saat ini sedang dalam pemeriksaan, nanti kami kabarkan selanjutnya,” ucap Dodi di Jakarta, Jumat (25/11/2022).

Terkait dugaan penghinaan terhadap warga yang membuat laporan kehilangan tersebut, Dodi meminta maaf kepada Rezki selaku korban atas perbuatan anak buahnya. Peristiwa ini menjadi pelajaran jajarannya untuk berbenah diri dalam melayani warga.

“Artinya ini juga momen kami untuk memperbaiki diri lagi pengawasan ke anggota dan lebih memaksimalkan lagi pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat,” tutup Dodi.

No More Posts Available.

No more pages to load.