LEBAK,Revolusinews.com -Pelaksanaan program Ketahanan Pangan ( Ketapang) Desa Sarageni, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diduga tidak trasparan dan menjadi ajang bisnis pengelola, Selasa (16/9/2025).
Berdasarkan keterangan warga kepada awak media mengatakan bahwa pihak pengelola kegiatan program Ketapang, seperti diantaranya budidaya ikan lele, terkesan tidak transparan.
Dikatakan warga, bahwa pelaksana program budidaya ini tidak mengajak musyawarah dan melibatkan warga yang ada disekitar pembangunan bak kolam ikan.
“Saya warga Desa Sarageni merasa sedikit kecewa terkait pelaksanaan program Ketapang pak !. Karena saya melihat beberapa orang yang sedang mengerjakan pembangunan bak yang katanya diperuntukan untuk kolam budidaya ikan lele dari program Ketapang. Namun pembangunan dan kegiatan Ketapang ini tanpa ada musyawarah dan keterbukaan kepada seluruh warga sekitar,” terangnya.
Sehingga sebagian besar warga banyak yang tidak mengetahui kalau ini adalah program kegiatan Ketapang yang lagi di kerjakan. Sementara yang mengetahui hanya orang- orang tertentu saja, imbuhnya.
Diketahui, kegiatan program Ketapang ini terbagi Tiga gelombang dengan Tiga Orang pemegang yaitu :
- Program Budidaya Ikan Lele.
- Program pertanian dengan pembibitan penanaman jagung.
- Program peternakan Domba. Dari ketiga program tersebut satu pun tanpa ada pemasangan papan informasi publik, dan tidak transparan bahkan tanpa di lakukan uji kelayakan terdahulu untuk semua program yang di jalankan tersebut, tutup warga yang enggan disebutkan namanya.
Selanjutnya pada Jum’at (19/09/2025), tim awak media kembali menemui ketua pengelola program Emul, yang juga merupakan Sekdes tersebut, dan mempertanyakan terkait pembangunan bak kolam yang diperuntukan untuk budidaya ikan lele dan juga kandang domba yang tidak memasang papan informasi publik dan diduga tidak transparan.
Emul menuturkan, “Iya saya selaku pengelola salah satunya program Ketapang yang akan di laksanakan, saya memang mengelola Ketapang rencana untuk pengembangan penanaman jagung di lahan seluas 1,5 hektar, dengan memakai anggaran dana 30 juta, tutur Emul.
Namun kalau peternakan budidaya ikan lele itu yang ngelola pak Amir, dan ada juga yang dikelola ke peternakan kambing dengan lokasi di Kampung Samprok, tetapi ke tiga jenis program Ketapang ini masih pak Amir yang mengelola, baik teknis dilapangan maupun tentang keuangan. Jadi kalau pengen lebih jelas lagi silahkan datang saja ke pak Amir selaku ketua penyelenggara Ketapang ini,” tutup Emul.
Saat awak media mengkonfirmasi terkait pembangunan Bak Kolam Ikan Lele ukuran 10m x 3,5m yang berdiri di lahan milik pribadi tersebut kepada Ketua pelaksana program Ketapang tersebut lewat WhatsApp, Ketua pelaksana tersebut sulit dihubungi dan enggan menemui dengan alasan sedang ada kesibukan di luar hingga berita ini ditayangkan.
Reporter: Suteja












