Akhirnya Bupati Lebak Temui Pendemo,King Naga: Seharusnya Dialog Dilakukan Sejak Awal, Jangan Setelah Ada Desakan

oleh -154 Dilihat
img 20251203 wa0015 11zon (1)
Caption: Bupati Lebak M. Hasbi Asyidiki Jayabaya saat menemui massa aksi.

LEBAK,Revolusinews.com – Suasana halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Lebak mendadak memanas ketika ratusan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi menuntut kejelasan berbagai persoalan daerah, Selasa (02/12/2025). Ditengah sorak lantang massa aksi, akhirnya Bupati Lebak M. Hasbi Asyidiki Jayabaya turun menemui para pendemo setelah mendapat desakan semakin kuat.

Kehadiran Bupati ditengah kerumunan massa aksi disambut riuh, sekaligus menjadi titik balik meredanya ketegangan.

Namun, langkah Bupati tersebut justru memunculkan pandangan berbeda dari salah satu tokoh masyarakat dan aktivis senior yang dikenal dengan julukan King Naga.

Dalam keterangannya, King Naga menilai seharusnya dialog bisa dilakukan tanpa harus menunggu adanya desakan besar dari mahasiswa.

“Seharusnya tak perlu ada desakan. Pemerintah itu bekerja untuk rakyat, dan dialog terbuka mestinya dilakukan sejak awal, bukan ketika massa sudah turun ke jalan,” tegasnya.

screenshot 20251203 094407 whatsapp

Ia juga menambahkan bahwa suara mahasiswa adalah suara nurani rakyat yang harus didengar tanpa syarat.

“Mahasiswa itu penjaga kritis bangsa. Kalau mereka turun, berarti ada yang harus dibenahi. Jangan tunggu panas dulu baru bergerak,” lanjutnya.

Disisi lain, para mahasiswa menyambut baik keberanian Bupati yang akhirnya hadir menemui mereka. Aksi yang semula berlangsung tegang berubah menjadi ruang dialog penuh dinamika tentang transparansi program pembangunan dan tuntutan perbaikan pelayanan publik.

Meski demikian, publik kini menanti tindak lanjut nyata dari pertemuan tersebut. King Naga menegaskan bahwa semua pihak harus mengedepankan komunikasi agar konflik serupa tidak lagi berulang.
Yang rakyat butuhkan itu kepastian, bukan janji dalam tekanan.

Sementara, orasi dari perwakilan pedagang kaki lima menyampaikan aspirasinya kepada Bupati bahwa pembangunan Pasar Semi sebenarnya belum bisa diisi karena pasilitasnya tidak memadai, masih banyak kekurangan, baik dari meja maupun dari toilet, maka kami untuk sementara mau pindah kembali ke jalan Sunan Kalijaga sebelum pasar baru tersebut tertata rapi. Semoga dialog ini menjadi awal perbaikan, ujar Lukman hakim.(*)