PEMALANG, Revolusinews.com – Tak pelak menjadi sorotan warga masyarakat sekitar Petarukan dan dikeluhkan warga RT RW 015, Kelurahan dan Kecamatan Petarukan setelah ada pekerjaan galian pipa jaringan penyediaan air minum dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pemalang.
Pasalnya, paket pengembangan jaringan perpipaan SPAM tersebut semakin menambah jalan rusak juga memunculkan debu dan pekerjaannya diduga dikerjakan asal-asalan.

” Pekerjaan galian pipa tersebut mengganggu kenyamanan umum, terutama warga yang berjalan kaki diakibatkan sisa material galian yang tidak dilakukan reklamasi atau tidak diratakan dengan rapi,” papar Duroh ketua Rukun Tetangga 02.
Menurut Nandar, Kepala UPU Petarukan ketika ditemui Media Revolusines di kantornya, ia mengatakan bahwa proyek jaringan pipa tersebut pekerjaan dari PU Pemalang. Dan kami disini kebetulan tidak ditunjuk sebagai pengawas lokasi pekerjaan,” ucapnya.

Dan pernah kami sampaikan soal pembenahan jalan rusak kepada pihak CV Gunung Gajah dan dia menyanggupi perawatan jalan yang rusak, mereka juga berjanji akan menggunakan alat Stamper untuk pemadatan bekas galian,” pungkasnya.
Menurut beberapa warga dikawasan Kampung Kebonsari, salah satunya Binu, menilai pekerjaan itu dikerjakan asal-asalan, tidak memperhatikan dampak dan akibat sehingga beberapa kali ada kendaraan roda dua terpesorok di bekas galian pemotongan jalan yang ditimbun seadanya, hal itu dibenarkan Sokhan pedagang.
Sehingga membahayakan pengendara, apalagi jalan tersebut termasuk jalur vital bagi masyarakat,” ujar Sokhan pedagang Kopi dipinggir jembatan pada RNews, Senin (18/8/2023).
Dalam waktu sepekan ini persoalan proyek jaringan pipa air minum di Kelurahan Petarukan telah disikapi oleh NGO KAWALI dkk di meja pertemuan Kantor sekertariat NGO KAWALI pada Selasa (19/9) malam.
Mereka sangat menyayangkan pengerjaan galian jaringan pipa air minum ini yang terkesan ‘kejar target’ kami mulai menyikapi penggalian yang tidak memperhatikan dampak lingkungan dan kerusakan pada badan jalan.
“Kata Edi Kennzo Ketua NGO KAWALI, sesuai keinginan masyarakat setempat, berharap diaspal kembali badan jalan yang dipotong dan ditimbun, jangan seperti sekarang yang terkesan kerja asal jadi,” ucapnya.
Dia juga menekankan pihak Dinas PUTR untuk segera menindaklanjuti dan mengawasi kerja rekanan ini, agar tidak asal jadi. Apalagi Dinas PUTR sebagai PPKOM yang memberikan kontrak kepada CV Gunung Gajah Pemalang, kami atas nama warga menekankan agar lebih serius dalam perencanaan dan eksekusi di lapangan.
Lebih lanjut kata Edi dkk NGO, terkait persoalan ini, pihak CV Gunung Gajah yang mengerjakan jaringan pipa air minum di Kelurahan Petarukan, belum dapat ditemui. Sementara CV Gunung Gajah Pemalang tersebut sebagai sub proyek dari Dinas PUTR Kabupaten Pemalang, yang pelaksana Kontraktor oleh PUTR Kabupaten Pemalang yang diketahui melalui sumber dana DAK 2023.
“Menanggapi hal tersebut NGO KAWALI terus akan mengawal agar pihak terkait segera menindaklanjuti keluhan ini kepada pihak CV Gunung Gajah.












