CILACAP, Revolusinews.com – Setelah membangun jembatan yang menghubungkan Desa Rawajaya dan Bantarsari tahun lalu, Pemerintah melalui dinas PUPR kembali merencanakan pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bulaksari dan Desa Kamulyan.
Didampingi anggota Komisi D DPRD Kabupaten Cilacap, Kamis 05 Oktober 2023 Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Jawa Tengah meninjau lokasi jembatan gantung yang ada di wilayah dusun Klepukerep, Desa Bulaksari dan Dusun Mulya Dadi Desa Kamulyan, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap.

Dalam tinjauan dihadiri anggota DPRD Komisi D Kabupaten Cilacap Suheri, Staf Perencanaan PUPR P2JN Jateng Andi Kurniawan, Staf UPT PU Jeruklegi Parno, Kepala Desa Bulaksari Sutarto, Kepala Desa Kamulyan Mahmud, Kadus Bulaksari, Kadus Kamulyan, Unsur Lembaga desa, Ketua BPD, Unsur masyarakat, Toga, Tomas, Tokoh pemuda.
Dalam kesempatan tersebut Komisi D DPRD Kabupaten Cilacap menyampaikan, bahwa agenda dalam rangka pendampingan tim survei dari P2JN Balai Jalan Nasional Provinsi Jawa Tengah terkait rencana pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bulaksari dan Desa Kamulyan.

“Beberapa waktu lalu masyarakat di dua Pemerintahan Desa mengusulkan kepada beliau Bu Hj. Novita Wijayanti. Alhamdulilah Bu Novita respon dengan baik, kemudian masuk ke draft usulan beliau. Tahun anggaran 2024 ada dua kegiatan pembangunan jembatan gantung salah satunya di Desa Bulaksari, Kamulyan dan Lumbir,” kata Suheri.
“Semua tentu melalui proses. Menurut tim perencanaan P2JN Jateng, ini merupakan survei awal, kemudian dibikin desain. Nanti ada pembahasan lebih lanjut. Untuk panjang eksisting saat ini yang ada 54 meter. Direncanakan pembangunan dilaksanakan di anggaran tahun 2024,” jelasnya.
Terkait ada penggeseran tentu menyesuaikan, ketika nanti betul-betul akan dibangun.
“Kita memenuhi aturan yang ada, karena sungai ini kewenangan BBWS, oleh karena itu membangun jembatan harus di luar tanggul, nanti ada penyusunan. Kita upaya jangan sampai pembangunan nanti mengganggu aset penduduk, dan juga balai besar,” tandas Suheri.
Senada disampaikan Parno Staf UPT PU Jeruklegi. “Kami dari UPT PU Jeruklegi sifatnya mendampingi terkait rencana pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bulaksari dan Desa Kamulyan ini,” singkatnya.
Sementara itu Andi Kurniawan Staf perencanaan PUPR P2JN Provinsi Jawa Tengah menjelaskan, bahwa Kementrian PU menindaklanjuti surat usulan anggota DPR RI Komisi V Novita Wijayanti.
“Bu Novita mengusulkan pembangunan jembatan gantung di Desa ini. Selaku Kementrian PU, kami menindaklanjuti. Ini survei awal, jadi kami mendata apa saja yang perlu kita data, setelah itu kita laporkan ke Kementrian,” tuturnya.
Untuk konstruksi lanjut Andi, Bu Novita mengusulkan bentuk jembatan gantung. “Program Kementrian itu jembatan gantung yang diperuntukan untuk pejalan kaki. Semua bentuk dari baja termasuk lantainya dengan lebar 1,8 meter,” terangnya.
Terkait realisasi Andi mengaku dirinya belum tahu pastinya seperti apa.
“Kami masih dalam rangka survei awal, survei awal mendata. Selain jembatan gantung di Cilacap, ada usulan Bu Novita di wilayah lain. Untuk Bulaksari beliau mengusulkan pelaksanaan di tahun anggaran 2024,” ujarnya.
Andi menganggap, bahwa kondisi jembatan gantung saat ini rusak berat, terlihat jalan diatasnya mengalami goyangan baik vertikal maupun horizontal, dan menurutnya sangat membahayakan.
“Pembangunan jembatan gantung dari PU itu berbeda baik dari sisi berat maupun gaya-gayanya. Pasti nantinya kita bikin bangunan pondasi bawah baru semua. Jadi nanti kita tidak akan melakukan pembangunan di eksisting ini. Ada pergeseran antara hulu atau hilir, nanti tergantung teknisi setelah ada pengukuran kembali,” pungkas Andi.






