Aliansi PUP Tolak Keras Guru Cabul Dimutasi ke Pemalang

oleh -374 Dilihat
Kepala Dinas Cabang Pendidikan wilayah Xll, Sukamto batik biru tengah didampingi Kabid dan Staf, foto bersama aliansi PUP Pemalang Usir Predator sedang memegang surat Notulen : kesepakatan 3 poin hasil audensi (PUP) Pemalang Usir Predator dengan Cabang Dinas Pendidikan wilayah Xll, (Foto Rae Kusnanto RNews)
Kepala Dinas Cabang Pendidikan wilayah Xll, Sukamto batik biru tengah didampingi Kabid dan Staf, foto bersama aliansi PUP Pemalang Usir Predator sedang memegang surat Notulen : kesepakatan 3 poin hasil audensi (PUP) Pemalang Usir Predator dengan Cabang Dinas Pendidikan wilayah Xll, (Foto Rae Kusnanto RNews)

PEMALANG, Revolusinews.com – Setelah Viral Guru Bimbingan Konseling (BK) dari SMAN 3 Pekalongan dipindahkan usai diduga melalukan pelecehan seksual secara verbal kepada sejumlah siswinya. Kini terendus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Cabang 12 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memindah tugaskan guru tersebut ke Kabupaten Pemalang.

Menanggapi hal itu, puluhan masyarakat dan juga Ormas yang tergabung dalam Aliansi Pemalang Usir Predator (PUP) spontan menggelar audiensi di halaman Kantor cabang Dinas Pendidikan perwakilan wilayah 12 Jawa Tengah di Pemalang pada Kamis (17/10/2024) guna menolak guru BK bermasalah berkesempatan mengajar di Kabupaten Pemalang.

img 20241019 wa0008

Dalam wawancaranya, Sukamto Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Xll Provinsi Jawa Tengah di Pemalang menjelaskan terhadap para audensi dari aliansi (PUP) Pemalang Usir Predator, bahwa yang bersangkutan sendiri belum pernah hadir di Pemalang di sekolah yang dimaksud SMA Bantarbolang.

“Soal adanya pemutasian yang bersangkutan ini bukan ditugaskan di Pemalang, akan tepati masih dibina di Kantor Disdikbud Provinsi, karena ini ada prosedurnya di kepegawaian, dan nanti yang memutuskan adalah di Kadiv Provinsi,” kata Sukamto kepada media.

“Soal guru tersebut dimutasi di SMA Bantarbolang, ini prosesnya belum sampai dilaksanakan,” imbuh Sukamto.

Sementara itu, dalam audensi tersebut, Andi Rahmat Prasetya meminta penjelasan yang kongkret alasan pemutasian guru BK bermasalah tersebut ada di Pemalang. Pertama minta penjelasan dasar pemutasian yang bersangkutan karena bukan mutasi biasa. Kedua, menegaskan bahwa aliansi PUP menolak keras adanya guru predator di Pemalang. Ketiga, pihaknya sampaikan kekhawatiran akan terjadi lagi karena pemindahannya masih ada hubungannya dengan siswa.

“Semua permintaan tersebut karena di sini juga banyak kasus sosial yang belum terselesaikan,” kata Andi.

Dan ini juga diungkapkan oleh Andi Rahmat Prasetya, bahwa orang itu dari Pemalang yang sebagai guru BK di SMA Negeri 3 Pekalongan yang bermasalah, kemudian pihak Dindikbud Jawa Tengah mutasi ke Pemalang, jadi ada di Pemalang.

“Pokoknya kami minta itu mutasi dibatalkan biar Pemalang ini aman. Karena di Pemalang sendiri kasus-kasus seperti ini bukan sedikit, bahkan belum lama ini kasusnya naik tapi sampai hari ini belum P21,” ungkap Andi Rahmat.

Andi juga menegaskan, pada dasarnya masalah sosial di Pemalang sudah cukup banyak, jadi jangan ditambahi lagi yang berpotensi terjadi masalah, “karena yang namanya predator, manakala dia sudah dihukum kemudian bisa berubah atau tidak masih tanda tanya. Intinya pihaknya tidak menginginkan ada kemungkinan berapa presen pun potensi terjadi lagi di Pemalang.

“Audensi hari ini mengingat masih situasi Pilkada, ya kita maklumi. Tapi kalau memang hari ini belum selesai, ya akan berlanjut usai Pilkada nanti,” tegas Andi Rahmat dalam audensinya.

Sementara menurut Ronggo Warsito selaku ketua koordinator gerakan PUP Pemalang Usir Predator, dalam pemaparannya menginginkan kalau Pemalang ini supaya maju bersama pemerintahannya, tapi lembaga-lembaga pemerintahan di Pemalang sendiri yang menurutnya orang-orang berpendidikan ini dinilai justru tidak mencontohkan baik, hal itu agar Pemalang di dunia pendidikan lebih maju.

“Jadi pada intinya guru predator dari Pekalongan jangan ada di Pemalang, supaya potensi kejadian itu tidak sampai terulang,” kata Warsito.

“Untuk itu, kami di sini atas nama PUP Pemalang Usir Predator yang tergabung dari masyarakat dan Ormas jelas menolak bersangkutan ada disini di Pemalang,” demikian paparan yang disampaikan kepada jajaran Dinas Pendidikan perwakilan wilayah Xll Jateng, pada Kamis (17/10/2024).

Terakhir, Hamu Fauzi Sekertaris (PUP) Pemalang Usir Predator menambahkan, bahwa pihaknya audensi di kantor perwakilan saja, karena menghargai saat ini masih ada pemilihan kepala daerah.

“Jadi yang ingin kami tekankan itu oknum kemarin kan sudah dipindahkan di Kantor Dinas Pendidikan cabang Kendal Semarang, kenapa sekarang dibuang ke Pemalang, dan dasarnya apa? apa Pemalang ini tempat buangan orang-orang bermasalah,” ungkap Hamu mengakhiri.