Anggota Komisi IX DPR RI Bersama BGN Gelar Sosialisasi Program MBG

oleh -249 Dilihat
img 20250921 wa0015

SERANG,Revolusinews.com – Anggota Komisi IX DPR RI Tubagus Haerul Jaman, bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengatasi permsalahan gizi di Indonesia, bertempat di STIA Cinanggung, Kota Serang, Banten pada Jum’at (19/09/2025).

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tenaga ahli BGN, staf DPR, hingga masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Tubagus Haerul Jaman menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terkait program MBG yang ditujukan untuk siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

img 20250921 wa0013

“Sosialisasi program MBG ini bertujuan agar masyarakat memahami apa itu BGN dan MBG. Intervensi gizi pada masa pertumbuhan sangat menentukan kualitas SDM, sehingga MBG diharapkan menjadi pondasi lahirnya Generasi Emas 2045,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Provinsi Banten saat ini telah memiliki 276 SPPG (Sentra Penyediaan Pangan Gizi) aktif di delapan kabupaten/kota, dengan 35 SPPG khusus di Kabupaten Serang. Data ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi.

Sementara itu, Ahmad Sanukri, S.Pd.I., S.E., Staf Administrasi Anggota DPR RI, menekankan bahwa program MBG adalah salah satu strategi penting dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia.

“Makanan yang diberikan tidak sekadar membuat kenyang, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan gizi agar tumbuh kembang generasi Indonesia lebih sehat, cerdas, dan unggul,” ujarnya.

img 20250921 wa0014

Dari pihak BGN, Kolonel Inf. Erin Andriyanto memaparkan bahwa program MBG dibangun di atas empat prinsip dasar: pemenuhan kalori, keseimbangan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.

“Melalui MBG, kita berharap lahir generasi sehat, cerdas, dan unggul yang menjadi pondasi Generasi Emas Indonesia 2045,” tegasnya.

Sosialisasi program MBG di Serang ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam memastikan pemenuhan gizi yang merata, sehat, dan berkelanjutan.(red)