Antisipasi Kekurangan Air Sawah GMPT Desa Tinumpuk Gotong Royong Bendung Sungai

oleh -1659 Dilihat
img 20230708 wa0028

INDRAMAYU, Revolusinewscom – Masyarakat petani yang tergabung dalam Grup Masyarakat Peduli Tinumpuk (GMPT) bergotong royong membangun bendungan (membendung) aliran sungai blok Gabus Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu Jawa barat.

Aksi gotong royong ini dilakukan untuk mengaliri saluran irigasi guna mengantisipasi adanya kekurangan pasokan air kesawah dikala musim kemarau. Warga membendung sungai dengan lebar kurang lebih 12 meter itu menggunakan bronjong karung. Dalam proses pengerjaan gunakan alat seadanya.

Bronjong yang terbuat dari anyaman Karung yang diisi tanah lalu ditumpuk disepanjang aliran sungai hingga membelokkan air agar bisa mengalir ke saluran irigasi.

Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Tinumpuk (GMPT) M Akhmadi mengungkapkan bahwa, “aksi gotong royong untuk membendung aliran sungai di blok Gabus ini merupakan sebuah tradisi turun temurun yang sudah dilakukan sejak jaman nenek moyang.

Dan kegiatan ini merupakan sebuah tatanan kehidupan masyarakat desa Tinumpuk dari jaman nenek moyang, yang harus di lestarikan bahkan mungkin sudah ratusan tahun,” ucap M. Akhmadi kepada revolsusinews.com, Kamis (5/7/2023).

Menurut M.Akhmadi, mayoritas warga Desa Tinumpuk berprofesi sebagai petani dan disaat musim kemarau desanya selalu mengalami kesulitan air. Untuk itu, disetiap tahun menjelang musim kemarau, warga berinisiatif membendung aliran sungai dengan bronjong karung berisi tanah.

“Ini harus dilaksanakan sebab masyarakat disini kehidupannya dari pertanian atau dengan kata lain mayoritas warga Tinumpuk masyarakatnya adalah petani. Makanya, menjelang musim kemarau untuk mengairi sawah tidak ada lagi cara selain dengan cara membendung kali seperti ini,” katanya.

“Jadi semua masyarakat petani turun dan melaksanakan secara manual, hanya dengan bronjong karung berisi tanah. Karena kami belum mampu membuat bendungan secara permanen dan modern, jadi seperti inilah yang kami lakukan sudah turun temurun,” sambung .M Akhmadi.

Sementara itu Tarsiman atau Tambran menjelaskan, “untuk membendung aliran sungai blok Gabus ini hanya bisa dengan bronjong karung berisi tanah. Pernah sih kami mengusulkan ke pemerintahan desa Tinumpuk melalui pak Toyib perwakilan petani namun hingga saat ini belum ada realisasi,”ujar Tarsiman

Dalam pembangunan bendungan kali ini diperlukan biaya sekitar Rp 5 jt juta, dan biaya tersebut didapat dari hasil swadaya warga petani. Proses pengerjaan bendungan sendiri memakan waktu hingga empat hari dimulai sejak Selasa (4/7/2023) kemarin,”kata Tarsiman

Air sungai yang dialihkan ke aliran irigasi nantinya bakal mengairi sekitar kurang lebih 30 hektar lahan pertanian. Metode membendung air sungai ini menurutnya juga berdampak positif terhadap hasil pertanian warga. Jika biasanya warga memanen 8 hingga 10 kwintal padi per 100 bata di musim hujan, namun dengan metode ini warga bisa mendapat hasil panen hingga 12 kwintal.

No More Posts Available.

No more pages to load.