LEBAK,Revolusinews.com – Kekhawatiran warga masyarakat sekitar pantai Bayah dan Panggarangan terjadinya pencemaran akibat tumpahan batu bara muatan Kapal tongkang yang terdampar di pesisir Pantai Bayah Kampung Ciwaru, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, terjawabkan dengan kehadiran Direktur PT Badak Sakti Mandiri, yang mengerakan masyarakat untuk memungut dan mengumpulkan ceceran batu bara yang mengapung di perairan Pantai Bayah, Senin (05/8/2024)
Seperti yang di ungkapkan Ketua Ormas Jawara Banten Bersatu (JBB) DPC Kecamatan Bayah Agua Cinai, ia mengapresiasi kepada Direktur PT. Badak Sakti Mandiri Mohamad Isma yang telah menginisiasi untuk melakukan evakuasi tumpahan batu bara agar tidak terjadi pencemaran di perairan pesisir Pantai Bayah dan Muara Cimunggul Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak.
“Saya sangat mengapresiasi terhadap langkah yang dilakukan Bapak Mohamad Isma selaku Direktur Badak Sakti Mandiri yang bergerak dibidang usaha bongkar muat kapal ini, yang dengan sigap melakukan evakuasi tumpahan batu bara dari Kapal Tongkang yang terdampar untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran dan ceceran batu batu di perairan pesisir Pantai Bayah,” ungkap Agus.
Pak Munir (panggilan akrab Mohamad Ismail) begitu respek dan begitu cepat mengambil langkah untuk membersihkan dan antisipasi agar tidak terjadi dampak pencemaran yang tidak diharapkan, lanjut Cinai. Begitu juga barang ini adalah milik owner, yang tentunya juga akan pemantauan dari pihak asuransi sebagai bukti prasarat pengajuan asuransi dari pihak owner.
Fakta dilapangan, imbuh Agus Cinai, masyarakat secara berbondong-bondong memungut batu bara tumpahan dari Kapal Tongkang yang terdampar tersebut, sementara barang tersebut kan ada pemiliknya, jadi gak bisa main ambil sembarangan, Pak Mohamad Isma yang akrab disapa Munir ini sebagai mitra dari PT. Cemindo Gemilang atau owner barang, meskipun belum mendapat rekomendasi dari pihak terkait, ia melakukan inisiatif untuk meminimalisir terjadi pencemaran dan mengambil langkah pengamanan batu baru tersebut yang di kumpulkan di satu titik penyimpanan,” pungkas Cinai.

Saat di konfirmasi, Direktur PT. Badak Sakti Mandiri Mohamad Isma kepada awak media memaparkan, inisiatif tersebut adalah merupakan tanggung jawab moril dalam menjaga kebersihan pantai Bayah jangan samapai terjadi pencemaran, juga sebagai langkah pengamanan barang milik mitra kerja, yaitu pihak owner dan PT. Cemindo Gemilang Tbk agar tidak terjadi permasalahan di masyarakat.
“Saya selaku mitra kerja dari PT Cemindo Gemilang Tbk dan pihak Owner, tentunya dengan terjadinya insiden terdamparnya Kapal Tongkang pengangangkut batu baru yang tumpah kelaut seperti ini, tentunya saya tidak bisa duduk diam. Pasalnya selain untuk mengantisiapasi terjadinya pencemaran air laut pantai Bayah dan terjadi permasalahan di masyarakat, maka saya memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat bahwa batu bara tumpahan dari kapal tongkang yang terdampar ini ada pemiliknya dan dalam proses claim asuransi, jadi tidak boleh mengambilnya sembarangan,” jelas Munir.
Saya intruksikan mereka untuk mengumpulkan batu bara tersebut dan mengumpulkannya di satu titik lokasi penyimpanan. Sebagai ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah secara suka rela memungut dan membersihkan serpihan batu bara yang berserakan dan yang mengambang di perairan pantai Bayah, sehingga, apabila suatu saat nanti pihak Owner atau pihak PT. Cemindo Gemilang Tbk mempertanyakan, kami mudah untuk menunjukannta, lanjut Munir.
Bagi warga masyarakat yang mengumpulkan ceceran batu baru tersebut, untuk jasa yang telah merekan lakukan saya berikan upah di sesuaikan dengan berapa banyak batu bara yang mereka kumpulkan, jelas Munir lagi.
“Dalam hal ini, memang sementara ini saya belum mendapat instruksi atau kuasa dari pihak terkait, akan tetapi langkah yang saya lakukan ini adalah semata-mata untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran atau permasalahat di masyarakat atau permasalahan bagi pihak aktivis pemerhati lingkungan juga untuk mengamankan barang milik owner atau pihak asuransi. Karena saya belum mendapat kepastian kapan evakuasi atau pembersihan tumpahan baru bara akan di lakukan oleh pihah owner atau pihak lain yang di tunjuk sebagai lelaksana ” pungkas Mohamad Isma. (Andri MF)






