Audien Aliansi JAMPE Dengan PT. SBJ Berjalan Kondusif

oleh -228 Dilihat

LEBAK,Revolusinews.com – Aliansi Jaringan Masyarakat Peduli (JAMPE) lakukan audiensi bersama PT. SBJ bertempat di Mes Panjang PT.Samudra Banten Jaya ( PT.SBJ), Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Senin (13/10/2025) mulai pukul 9:00 Wib.

Hadir dalam acara ini, Humas PT. SBJ Nurjaya Ibo, Yanto Pengawas Lapangan dan Supandi (Staf Lapangan), Kapolsek Cibeber AKP. Henri Sinaga beserta anggota, Danramil 0315/Bayah Lettu. Inf. Sandi Nuryadin, Danposmil Cibeber Peltu Syarif bersama anggota, Ketua Ormas Jaringan Masyarakat Peduli Eko Priyono beserta jajaran pengurus dan anggota berjumlah 15 orang, Tokoh Pemuda Bayah Wimboh Samiaji dan perwakilan dari petani Bayah juga 5 wartawan dari berbagai media online lokal dan regional.

img 20251013 211110

Dalam audien tersebut, Ketua Aliansi JAMPE Eko Priyono mengatakan bahwa kedatangannya ke PT. SBJ ini adalah untuk menyampaikan aspirasi para petani Bayah bahwa terdapat beberapa titik area persawahan warga di sekitar aliran Sungai Cidikit yang terdampak oleh material sedimentasi dan batuan. Kondisi tersebut telah mengakibatkan tersumbatnya saluran irigasi dan menurunnya produktivitas lahan sawah warga di wilayah Bayah Barat dan Bayah Timur.

Selain itu, Eko juga juga mempertanyakan aspek legalitas kegiatan pertambangan, meliputi RKAB, AMDAL, UKL-UPL, dan izin lingkungan lainnya. Tujuan pertanyaan ini bukan untuk mempersoalkan keberadaan perusahaan, tetapi memastikan kegiatan operasional tambang dijalankan sesuai dengan regulasi dan tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Kepala Divisi Humas PT. SBJ Nurjaya Ibo menyambut baik dengan penuh kekeluargaan kehadiran JAMPE ini, dan mengenai apa yang disampaikan dan dipertanyakan ia memaparkan bahwa masalah dampak lingkungan terkait penumpukan sedimentasi itu pasti ada, apalagi ada kegiatan di hulunya, baik itu SBJ atau lainya, dan mungkin juga berkaitan dengan faktor alam. Tapi mungkin juga perlu diakui bahwa SBJ mau tidak mau turut serta, yang mungkin tadinya sedimentasi satu meter kubik karena ada kegiatan SBJ nambah jadi dua meter kubik. 

img 20251013 211051

Ibo juga mengatakan bahwa beberapa bulan kebelakang PT. SBJ menerima surat dari masyarakat Bayah Barat dan Bayah Timur tentang bagaimana menangani sedimintasi ini, dan PT. SBJ menurunkan alat untuk melakukan penyodetan dan memperbaiki saluran air ke area pesawahan. Hanya saja waktunya kurang tepat karena musim hujan jadi hasilnya tidak maksimal, sehingga kegiatan tersebut dihentikan dulu. 

Diakhir pemaparannya, Nurjaya Ibo menegaskan bahwa perlu disampaikan kepada semua elemen, baik itu masyarakat, awak media, Ormas, LSM dan sebagai, kalau belum dapat informasi yang pasti bisa dikonfirmasi langsung ke kami, dari pada membuat tuduhan yang tidak mendasar, *Yo SBJ terbuka, siapapun bisa masuk ke SBJ,” jelas Humas PT. SBJ yang dikenal Familiar ini. 

Sementara itu Kapolsek Cibeber AKP Henri Sinaga mengatakan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut tidak masuk ke ranah poko pembahasan, akan tetapi hanya sebatas untuk menjamin keamanan, untuk penyampaian pendapat dilindungi undang-undang, dan Alhamdulillah pertemuan ini berlangsung cair, tidak ada hal-hal yang dikuatirkan, ucanya. 

Ditempat yang sama, Danramil 0315/Bayah Lettu Inf. Nuryadin yang juga memiliki tugas untuk menjaga keamanan wilayah teritorial meminta apabila ada acara seperti ini agar diberikan tembusan yang nantinya akan bersama-sama dengan Kapolsek untuk melakukan pengamanan. Dan Alhamdulillah acara ini adalah hal yang baik karena demi kepentingan masyarakat, dan saya berharap agar PT. SBJ dapat menindaklanjuti hal ini, ungkap Danramil Bayah.

img 20251013 211026

Diketahui, hasil dan Kesepakatan:

Berdasarkan hasil dialog yang berjalan dengan tertib, terbuka, dan dalam suasana kondusif, kedua pihak menyepakati beberapa poin penting sebagai berikut:

1. Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja). Aliansi JAMPE akan membentuk Pokja sebagai tim kecil yang bertugas menindaklanjuti hasil pertemuan, khususnya dalam mengumpulkan data masyarakat terdampak serta berkoordinasi dengan pihak pemerintah terkait.

2. Pendampingan oleh Pokja dan Pemerintah. Pokja akan melakukan pendampingan masyarakat terdampak untuk berkoordinasi secara resmi dengan instansi terkait, terutama dalam hal pemetaan lahan terdampak dan saluran irigasi yang memerlukan perbaikan.

3. Komitmen PT SBJ untuk Berdialog dan Berkolaborasi. PT SBJ menyatakan kesiapannya untuk berdialog langsung dengan masyarakat terdampak melalui mekanisme yang difasilitasi pemerintah daerah, lembaga terkait, atau forum yang disepakati bersama. PT SBJ juga menegaskan bahwa perusahaan memiliki komitmen kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasionalnya.

4. Validasi dan Kejelasan Data Lapangan. PT SBJ berharap bahwa seluruh data dan klaim dampak lingkungan yang disampaikan oleh masyarakat dapat disertai bukti dan dokumen pendukung yang valid, termasuk identitas kepemilikan lahan dan lokasi terdampak yang jelas. Hal ini agar langkah penyelesaian yang diambil dapat tepat sasaran dan transparan.

5. Suasana Pertemuan Kondusif dan Dialog Terbuka. Seluruh peserta audiensi berkomitmen menjaga komunikasi yang baik, terbuka, dan solutif. Kapolsek Cibeber dan Danramil Bayah menegaskan dukungan mereka terhadap setiap langkah persuasif yang bertujuan menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah tambang.

Audiensi diakhiri pada pukul 12.30 WIB dalam suasana penuh kekeluargaan dan saling menghormati. Kedua pihak sepakat bahwa komunikasi akan terus dijaga secara baik dan berkelanjutan guna memastikan seluruh aktivitas PT SBJ dapat berjalan dengan aman, legal, dan berwawasan lingkungan.(red)

No More Posts Available.

No more pages to load.