LEBAK, RevolusiNews.com – Organisasi Karukunan Warga Bayah ( Kawaba ) fasilitasi silaturahmi Warga masyarakat Bayah Barat dan Bayah Timur melakukan audensi dengan manajemen perusahan pertambangan emas PT. Samudera Banten Jaya ( PT. SBJ ) bertempat di aula Kantor Desa Cikotok, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu ( 5/7/2023 ).
Hadir dalam acara ini, Forkopimcam Cibeber yang terdiri dari Kapolsek Cibeber Iptu. Herry Susanto, S.H.,M.M. Herry bersama anggota, Kasat Pol PP Kecamatan Cibeber Jumali, S.Sos bersama anggota, Humas PT. SBJ H.Tb. Endin, KTT PT. SBJ Samsudin beserta jajaran manajemen. Kasat Pol PP Kecamatan Bayah Bayi Yulyadi, S. Pd., M.Si. beserta anggota,
H. Maman Sutisna selaku Pembina dan Ketua Kawaba Uus Sutisna beserta jajaran pengurus. Widodo HL (Ketua Hakli) Provinsi Banten, Kepala Desa Bayah Barat Usep Suhendar, Kepala Desa Bayah Timur Rafik Rahmat Taufik, Kepala Desa Cidikit Jumsa, MUI Bayah Agus Rey, Kepala PDAM Cabang Bayah Aep Saepul Iqbal, Direktur Komunitas Peduli Informasi Lingkungan Hidup dan Pertambangan ( Kopi Hitam ) Budi Supriyadi, KNPI, Ketua Karang Taruna Kecamatan Bayah Yoga beserta anggota, Ketua Paguyuban Nelayan Bayah Agung, perwakilan ibu-ibu pengajian / Majlis Ta’lim Bayah, Ketua RT/RW, tokoh agam dan tokoh masyarakat Bayah, dan turut di hadiri beberapa awak media online juga media cetak.
Dalam acara silaturahmi dan audensi ini di pimpin langsung oleh Ketua Pawaba Uus Sutisna selaku moderator, dan dari berbagai perwakilan komponen masyarakat juga pemerintahan desa menyampaikan keluhan dengan terjadi keruhnya air Sungai Cidikit yang diduga akibat dari adanya kegiatan pertambangan emas yang ada di hulu Sungai Cidikit, dan salah satunya kegiatan pertambangan yang dilakukan PT. SBJ.
Dalam kesempatan pembukaan acara, Ketua Karukunan Warga Bayah ( Kawaba ) diantaranya mengatakan bahwa pertemuan ini adalah untuk silaturahmi sekaligus untuk audensi terkait permasalahan keruhnya sungai Cidikit yang saat ini dikeluhkan masyarakat yang dalam kesehariannya menggunakan air Sungai Cidikit yang juga merupakan sebagai bahan baku dari pengolahan air PDAM Cabang Bayah.
“Artinya kita ingin mendapat kejelasan, dan dari kejelasan itulah kita ingin mendapatkan solusi, dan setelah mendapatkan solusi kita ingin mendapatkan jaminan dari perusahaan,” kata Uus.
Sementara itu dalam sambutannya Kapolsek Cibeber Iptu Herry Susanto, S.H.,M.M. berharap bahwa acara audensi ini dapat berjalan secara dingin dengan endingnya bagus bagi kedua belah pihak, tidak ada yang dirugikan satu sama lain.
“Yang namanya audensi boleh saja mengeluarkan unek-unek, kalau di kelarkan unek-unek jerawatan nantinya,” ucap Kapolsek seraya berkelakar.
Selanjutnya, penyampaian aspirasi masyarakat disampaikan oleh Kepala Desa Bayah Timur Rafik Rahmat Taufik yang kemudian dilanjutkan oleh Kepala Desa Bayah Barat Usep Suhendar dan Jumsa Kepala Desa Cidiki, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
Pembahasan tentang terjadinya pencemaran terhadap air Sungai Cidikit ini selanjutnya di sampaikan oleh H. Maman Sutisna yang dilanjutkan penyampaian kajian tentang lingkungan hidup dan pertambangan oleh Direktur Kopihitam Budi Supriadi dan Widodo HL selaku Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia ( Hakli ) Provinsi Banten dan keluhan dari Ketua PDAM Cabang Bayah sebagai pengguna air Sungai Cimadur tersebut.

Menanggapi aspirasi dari usulan dari elemen masyarakat, stakeholder dan Pemerintah Desa yang ada di Kecamatan, dari perwakilan manajemen dan Humas PT. SBJ diantaranya menyampaikan bahwa
pimpinan perusahaan tengah mempersiapkan pengiriman belko (alat berat-red) kecil untuk melakukan normalisasi sungai dan akan melakukan pembenahan dan langkah antisipasi terhadap terjadinya pencemaran air sungai Cimadur dan menjelaskan tentang keberadaan tenaga WNA Cina yang mendapat Reward dari Disnaker Lebak karena memiliki legalitas Kitas yang jelas.
“Jadi dari perwakilan sudah sepakat akan memperbaiki, dan nanti ada item-itemnya. Jika diberi waktu satu bulan tidak ada action, tidak ada perbaikan, katakanlah air yang keluar tidak berubah apa resiko itu yang terjadi. Kita TKA nya ada 20 (dua puluh) orang dan mendapat reward dari Disnaker Lebak karena TKA kita memiliki Kartu Identitas Sementara (Kitas) Lebak dan kerjanya juga di Lebak. Begitu juga dengan pemasukannya terhadap Kas Pemerintah daerah sudah lumayan,” terang Tb. Endin.
Selanjutnya pemaparan dari KTT PT. SBJ Samsudin yang menyampaikan tahapan dan kegiatan operasional produksi yang di lakukan PT. Samudera Banten Jaya (PT.SBJ).

Acara silaturahmi dan audensi antara Kawaba dan PT. SBJ ini berlangsung tertib dan lancar dengan di akhiri pembacaan dan penandatanganan surat berita acara yang dipandu oleh Ketua Kawaba Uus Sutisna.(red)







