SERANG, Revolusinews.com – Seorang kakek lansia inisial UMR dengan tega melecehkan anak di bawah umur inisial WCA kelas 5 SD warga Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten di toilet masjid pada Sabtu (30/05/2026).
Kepada RevolusiNews.com, orang tua korban, Rodiah mengatakan, setelah mendapatkan informasi dari temannya 2 hari setelah kejadian bahwa anaknya jadi korban pelecehan seksual dirinya langsung mendatangi subsektor tunjung teja untuk mengadukan peristiwa tersebut, namun saat itu tidak ada petugas yang berjaga. Selanjutnya Rodiah pergi ke puskesmas tunjung teja meminta rekomendasi visum ke RS Bhayangkara untuk melaporkan ke Polres Serang tapi sampai saat ini belum ada tindakan.
“Anak saya mengakui saat bermain di halaman masjid sekira pukul 20:30 tiba tiba ditarik lengannya ke toilet mesjid kemudian terjadi pelecehan seksual, dan saya berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya,” ujar Rodiah.
Rodiah juga mengatakan bahwa pihak keluarga terlapor pernah datang ke kediamannya untuk meminta maaf atas perbuatannya UMR dan pihak keluarganya pun menyampaikan akan memberi kompensasi uang sebagai ganti rugi tapi saya dan keluarga menolak,” sambungnya.
Terpisah, selaku kepala UPT Puskesmas Tunjung Teja, Hj. Dedeh Muhtiarah saat dikonfirmasi membenarkan hasil diagnosis korban terdapat memar dan berwarna merah di bagian luar kemaluannya.
“Pada hari minggu tanggal 17/5 atas nama pasien nona W datang dengan orang tuanya, memeriksa alat kemaluan, dari hasil pemeriksaan ditemukan pada alat kemaluan bagian luar terdapat lebam berwarna merah, dan untuk memastikan karena alat medis tidak memadai kami rekomendasi untuk di bawa ke rumah sakit,” ujar Dedeh.
Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Serang IPDA Henry saat dikonfirmasi melalui via whatsapp menyampaikan kasus tersebut kini tengah dalam proses.
“Sudah diproses dan sudah diinfo ke pelapor lewat SP2HP,” singkatnya.
Dalam kasus tersebut publik mempertanyakan kapan pelaku di tangkap dan diberikan hukuman agar diberikan efek jera supaya tidak terjadi lagi korban berikutnya.






