Bersama Dislitbang TNI AD, Dede Farhan Aulawi Diskusi Pertahanan Negara

oleh -5061 Dilihat
oleh
dede farhan aulawi revolusinews

BANDUNG, Revolusinews.comPemerhati strategi pertahanan, Dede Farhan Aulawi berdiskusi tentang pertahanan negara diantaranya kebijakan anggaran pertahanan, politik pertahanan, ekonomi pertahanan bersama Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AD yang berada di Bandung pada Selasa (18/10/2022).

“TNI merupakan unsur utama pertahanan negara, sehingga berbagai upaya penguatan kemampuan harus terus dilakukan untuk menjaga kedaulatan NKRI. Termasuk badan-badan pengemban fungsi penelitian dan pengembangan menjadi semakin strategis guna membuat produk penelitian yang bermanfaat bagi institusi, bangsa dan negara,” ujar Dede Farhan Aulawi ketika melakukan kunjungan silaturahmi ke Dislitbang TNI AD yang diterima oleh Kepala Peneliti dan Tim.

Dalam kesempatan silaturahmi tersebut, Dede berdiskusi terkait hal – hal  yang berhubungan dengan pertahanan negara. Dalam diskusi hangat tersebut, dimanfaatkan untuk membahas subjek-subjek strategis penelitian bidang pertahanan negara.

Salah satu subjek yang menarik perhatian adalah identifikasi subjek strategis riset mulai dari level strategis, operasional dan taktis. Tentu akhirnya akan mengerucut pada penentuan skala prioritas. Misalnya saja berdiskusi tentang  kebijakan anggaran pertahanan, politik pertahanan, ekonomi pertahanan, dan lain – lain.

Selain itu, membahas hal – hal yang berkaitan dengan SDM. Bukan hanya pemenuhan aspek kuantitatif (kebutuhan jumlah personil), tetapi juga menyangkut aspek kualitatif (pemenuhan kompetensi personil) dan aspek integritas.

Kemudian, sempat membahas isu – isu aktual menyangkut situasi terakhir di laut China Selatan, pulau pasir propinsi NT yang diklaim oleh Australia, perang Rusia vs Ukraina, AS dan NATO, serta perkembangan situasi di semenanjung Korea dan Taiwan. Termasuk kemungkinan ada upaya asing untuk menggeser medan pertempuran ke wilayah lain.

Terakhir, sempat mendiskusikan tentang penguatan SDM seperti pelatihan military Human Factors, penerapan Safety management system, pre Shipment Inspection, peningkatan availability dan reliability alutsista (Alpalhankam), ketajaman analisis intelijen, dan sebagainya.

“Dalam diskusi awal ini, Alhamdulillah banyak hal menarik yang menjadi subjek diskusi. Mudah – mudahan di lain kesempatan bisa terus berlanjut untuk memperkuat kemampuan dan kapabilitas dalam mengamankan kedaulatan negara, keutuhan NKRI, dan kejayaan bangsa,” ujar Dede mengakhiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.