DEPOK, Revolusinews.com – Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 kecelakaan lalu lintas di Indonesia menyentuh angka 103.645 kejadian dan memiliki tingkat kematian tergolong tinggi akibat kecelakaan berkendara di jalan. Oleh sebab itu angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tergolong cukup tinggi, bahkan tampak ada trend peningkatan jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun.
Untuk itu, semua pihak terkait perlu meningkatkan ikhtiar dan fokus pada manajemen keselamatan berlalu lintas secara lebih masif. Mulai dari mengenali sifat dan karakter pengendara, mengedukasi generasi muda untuk menerapkan konsep keselamatan dalam berlalu lintas dan menindaklanjuti rencana umum nasional keselamatan jalan 2011-2035.
Oleh karena itu, Pusdiklat Prawita Genppari menyelenggarakan bimbingan teknis fungsi lantas yang menjadi sangat penting untuk dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman secara komprehensif dalam menganalisis sebuah peristiwa kecelakaan lantas, dan tindak lanjut sebagai upaya pencegahannya menuju zerro accident vision.
Pimpinan Pusdiklat Prawita Genppari, Dede Farhan Aulawi mengatakan, bahwa program vision zero terhadap kecelakaan berlalu lintas perlu lebih disosialisasikan dan diimplementasikan secara komprehensif guna menekan angka kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan berlalu lintas tersebut.
“Terjadinya kecelakaan pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kesalahan manusia (human error), faktor struktur dan kelengkapan informasi dan penerangan jalan, faktor kendaraan itu sendiri dan lainnya. Dari sekian faktor penyebab tersebut, faktor manusia (Human Factors) sangat dominan yaitu sekitar 80%,” ujar Dede.
Dalam Bimtek subjek pembahasannya yaitu :
– Accident Basics Theory
– Root Cause Analysis
– Human Factors : Human Performance & Limitation
– Traffic & Vehicle Safety Audit
Informasi lebih lanjut bisa menghubungi :
– Ibu Inez : 0813 2498 5928
– Ibu Ria : 0813 9555 2289












