Bupati Cilacap Terima Kunjungan Investor Asal Australia

oleh -281 Dilihat
oleh
img 20250903 wa0026

CILACAP, Revolusinews.com – Secara geografis Kabupaten Cilacap terletak pada lokasi yang sangat strategis dan mendorong banyak investor dari berbagai negara datang untuk bekerjasama. Salah satunya investor asal Australia yang kunjungannya diterima oleh Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman pada Rabu (03/09/2025).

Turut mendampingi, Wakil Bupati Ammy Amalia Fatma Surya, Pj. Sekretaris Daerah Sadmoko Danardono, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap dan tamu undangan lainnya.

Secara garis besar, rombongan investor yang dipimpin Graham J. Ferris mempresentasikan tentang berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Cilacap, terutama pada sektor pelabuhan, dan proyeksinya dikemudian hari jika dikembangkan menjadi pelabuhan dengan skala internasional seperti Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Hal ini utamanya berkaitan dengan percepatan distribusi ekspor impor antara Indonesia dengan Australia, yang berasal dari berbagai negara seperti Singapura, Kanada, India dan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Mas Syamsul dan Mba Ammy menyambut baik peluang pengembangan Pelabuhan Tanjung Intan. Peluang tersebut dinilai dapat menjadi suatu komoditas maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Kabupaten Cilacap di kemudian hari, terlebih secara teknis setelah dilakukan feasibility study atau studi kelayakan dari berbagai faktor Pelabuhan Tanjung Intan dinilai sudah siap menjadi pelabuhan berskala internasional.

“Pelabuhan Tanjung Intan sudah memenuhi syarat untuk landing kapal besar, dari segi kedalaman, dermaga, bahkan kita juga ada bea cukai dan badan karantina, sehingga bisa banyak komoditas yang dikirim dari luar negeri masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Intan”, jelas Mba Ammy.

Jika peluang tersebut terealisasi, tentu akan banyak manfaat yang dirasakan Kabupaten Cilacap, terutama meningkatnya pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan PAD. Namun, Mas Syamsul dan Mba Ammy akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan PT. Pelabuan Indonesia (Pelindo) sebagai pihak yang berwenang mengelola Pelabuhan Tanjung Intan. Ia juga harus memastikan komoditas apa saja yang diperbolehkan masuk melalui Pelabuhan Tanjung Intan.

“Cilacap ini ke daerah timur dekat, ke barat juga dekat, jadi bisa menjadi short cut pengiriman sehingga menghemat biaya dan waktu. Mudah-mudahan Peliondo welcome dengan rencana pengembangan kita untuk Pelabuhan Tanjung Intan sehingga kedepannya Cilacap bisa menjadi Cilacapolitan,” tutup Mba Ammy.