PURWAKARTA, Revolusinews.com – Fungsi kehumasan memiliki peran penting dalam mengelola informasi, dokumentasi dan publikasi suatu kegiatan atau program institusi. Publikasi kegiatan pada dasarnya sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap publik dan juga sebagai instrumen diseminasi informasi melalui media cetak, media elektronik, maupun media sosial agar publik akan mengetahui lebih banyak tentang kiprah suatu institusi dari pemberitaan-pemberitaan yang dipublikasikannya.
Hal tersebut disampaikan oleh Pakar Jurnalistik yang juga wartawan senior Dede Farhan Aulawi saat memulai paparan ketika memberikan pembekalan teknis fungsi Humas di Aula Mapolres Purwakarta pada Kamis (17/11/2023).
Acara yang diikuti oleh 30 personel Humas dari Polres Purwakarta, Polres Karawang dan Polres Subang dibuka oleh Wakapolres Purwakarta seraya menyampaikan amanat agar seluruh peserta bimtek mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar bisa menyerap ilmu secara maksimal, serta bisa menerapkannya dalam menopang tugas sehari-hari sebagai pengemban fungsi kehumasan. Khususnya dalam penulisan narasi pemberitaan dan kontra narasi.
Lanjut Dede mengatakan, bahwa Bimtek fungsi Humas kali ini memang membahas materi spesifik pada Teknik Penulisan Narasi dan Kontra Narasi sebagai informasi alternatif penyeimbang untuk meluruskan berbagai pemberitaan yang dinilai hoaks. Narasi pemberitaan pada dasarnya memuat pemberitaan kegiatan atau peristiwa secara kronologis, sistematis dan terstruktur dengan pola 5W + 1H + 2P. Unsur Persuasif dan promotif selama ini sering terabaikan, padahal muatan kalimat dalam alinea terakhir tersebut sangat penting sekali.
Bimtek kali ini lebih banyak pada latihan penulisan langsung dengan studi kasus yang terjadi di wilayah hukum masing-masing Polres, sehingga lebih aplikatif dan mudah dipahami. Bimbingan dimulai dari cara pembuatan judul, alinea pembuka, batang tubuh berita, dan penutup berita.
“Terkait Resolusi dan Coda narasi publikasi berbasis Analisis Framing Kontra Narasi, dimana medan pertempuran informasi jelang pemilu saat ini membutuhkan kepiawaian dan keterampilan manuver narasi, kontra opini dan agitasi publikasi yang reliable dan persuasif,” ungkapnya.
“Teknik ini bisa menjadi salah satu unsur penting dalam Operasi Mantap Brata, khususnya terkait Cooling System dan Counter Propaganda,” pungkas Dede mengakhiri keterangan.












