Dede Farhan Aulawi Tekankan Pentingnya Komunikasi Deskriptif dan Persuasif Bagi Binmas

img 20231203 wa0022

SURABAYA, Revolusinews.com – Pengemban fungsi Binmas merupakan salah satu Satker di Polri yang sangat dikenal oleh masyarakat. Keberadaannya ada di tengah – tengah masyarakat, dan selalu hadir di berbagai acara yang ada di masyarakat. Sehari – hari keliling di wilayah guna memastikan situasi lingkungan aman dan tertib sehingga masyarakat merasa tenang dan nyaman dalam menjalankan berbagai aktivitasnya. Binmas akan menjadi ujung tombak dalam menerima berbagai masukan atau keluhan yang ada di masyarakat serta bisa menjelaskan atau membantu memecahkan persoalan yang terjadi masyarakat.

Hal ini disampaikan Pemerhati Kepolisian Dede Farhan Aulawi setelah dirinya menyampaikan materi bimbingan teknis fungsi Binmas di Polrestabes Surabaya pada Rabu (19/11/2023).

“Satbinmas di Polres bertugas melaksanakan pembinaan masyarakat di lingkungan wilayahnya yang meliputi kegiatan penyuluhan masyarakat, pemberdayaan Perpolisian Masyarakat (Polmas), melaksanakan koordinasi, pengawasan dan pembinaan terhadap bentuk-bentuk pengamanan swakarsa (pam swakarsa), Kepolisian Khusus (Polsus), serta kegiatan kerja sama dengan organisasi, lembaga, instansi, dan/atau tokoh masyarakat guna peningkatan kesadaran dan ketaatan masyarakat terhadap hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan serta terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Dede.

Pada kesempatan Bimtek kali ini, Dede membahas dan menjelaskan terkait Keterampilan Komunikasi Deskriptif dan Komunikasi Persuasif yang diikuti oleh 173  personil Binmas dan para Bhabinkamtibmas se- Polrestabes Surabaya.

“Komunikasi itu sesuatu yang mudah untuk diucapkan, tetapi dalam prakteknya tidak sedikit masalah yang timbul akibat kesalahan komunikasi. Baik komunikasi verbal maupun non verbal “, ungkapnya.

Penekanan Bimteknis ini pada upaya peningkatan kemampuan komunikasi jajaran Binmas dalam melakukan interaksi sosial di lingkungan tugasnya masing-masing. Mulai dari inventarisasi permasalahan di masyarakat, kendala yang dihadapi, sampai persyaratan kompetensi yang harus dipenuhi guna  mendukung profesionalitas pelaksanaan tugas.

“Termasuk mengasah keterampilan komunikasi verbal dan non verbal, agar memiliki kepekaan dalam menangkap sinyal-sinyal potensi kerawanan sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam konsep cegah dini dan deteksi dini,” pungkas Dede mengakhiri keterangan.

Rangkaian kegiatan dibuka oleh Kapolrestabes Surabaya dan dihadiri seluruh jajaran PJU Polrestabes Surabaya. Bimtek ini merupakan bagian yang terpisahkan dari Operasi Mantap Brata dalam rangka membekali personil Polrestabes dan jajaran agar bisa melaksanakan tupoksi satker dengan sebaik-baiknya guna mendukung kamtibmas yang kondusif jelang pemilu 2024.

No More Posts Available.

No more pages to load.