Diduga Prostitusi Terselubung di Rajeg Tanjakan Berlanjut, Razia Dinilai Seremonial

oleh -423 Dilihat
oleh
img 20260206 wa0000
Foto ilustrasi

TANGERANG, RevolusiNews.com – Dugaan praktik prostitusi terselubung di sebuah rumah kontrakan di Jl. Raya Rajeg Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang memasuki babak serius. Meski aparat mengklaim telah berulang kali melakukan razia gabungan, aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut diduga terus berulang dan terkesan kebal penindakan.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan rumah kontrakan yang berada tepat di depan toko besi itu memiliki pola aktivitas tak wajar. Pagar selalu tertutup rapat, sementara keluar-masuk pria asing terjadi silih berganti pada jam-jam tertentu. Warga menduga kuat tempat tersebut dijadikan lokasi booking order (BO) dengan sistem tertutup dan terorganisir.

“Kalau tidak ada tamu pagar selalu ditutup. Begitu ada pelanggan, baru dibuka. Isinya sekitar tujuh perempuan,” ungkap warga kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

Keresahan warga kian memuncak karena dugaan aktivitas asusila itu telah berlangsung lama, namun belum terlihat penindakan tegas yang benar-benar menghentikan praktik tersebut. Razia yang dilakukan aparat dinilai hanya bersifat sementara.

Kepala Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantib) Kecamatan Rajeg, H. Jaenal secara terbuka mengakui bahwa penertiban yang dilakukan belum memberi efek jera.

“Sudah berkali-kali kami lakukan razia gabungan bersama Pol PP Kecamatan, Polsek, Koramil, ormas, dan tokoh masyarakat. Tapi memang biasanya sementara hilang, nanti datang lagi,” ujar H. Jaenal, Kamis (5/2/2026).

Pernyataan tersebut justru memperkuat dugaan warga bahwa praktik prostitusi terselubung di wilayah Rajeg masih terus berlangsung dengan pola kucing-kucingan antara pelaku dan aparat.

Ironisnya, hingga kini belum terdengar adanya penutupan permanen lokasi, penindakan hukum terhadap pengelola kontrakan, maupun pengungkapan siapa pihak yang membekingi aktivitas tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat: mengapa praktik yang diduga melanggar norma dan ketertiban umum ini terus berulang tanpa solusi tuntas?

H. Jaenal menyebut pihaknya membutuhkan informasi lebih detail dari masyarakat agar penindakan bisa dilakukan secara maksimal.

“Kami mohon informasinya di desa mana, RT RW berapa. Kalau jelas, pasti kami tindaklanjuti. Terima kasih informasinya,” katanya.

Namun warga menilai, alasan tersebut tidak sebanding dengan fakta bahwa lokasi berada di jalan raya utama dan mudah diidentifikasi. Mereka mendesak agar aparat tidak sekadar menunggu laporan, tetapi proaktif melakukan pengawasan intensif dan penindakan tegas.

“Kalau cuma razia datang lalu pergi, ya percuma. Setelah itu buka lagi. Kami ini resah, takut dampaknya ke anak-anak dan lingkungan,” tegas warga lainnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang, Satpol PP, kepolisian, hingga aparat desa tidak menutup mata dan berani mengambil langkah tegas, termasuk penutupan lokasi dan proses hukum jika terbukti terjadi praktik prostitusi terselubung.

Kasus ini menjadi cermin lemahnya penegakan ketertiban umum di tingkat bawah. Publik kini menanti, apakah aparat benar-benar hadir melindungi masyarakat, atau praktik-praktik yang meresahkan akan terus dibiarkan hidup di tengah permukiman warga.

No More Posts Available.

No more pages to load.