Disdikbud Kabupaten Serang Alihkan Sekolah ke PJJ

oleh -31 Dilihat
img 20260907 wa0048

SERANG, Revolusinews.com – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang masih mengalami erupsi membuat Pemerintah Kabupaten Serang mengambil langkah antisipatif di sektor pendidikan.senin (07/09/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang Drs H Aber Nurhadi M.Pd. mengeluarkan Himbauan Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Serang.

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat bernomor 422/1481.1/Disdikbud.2026 tertanggal 6 September 2026, yang ditujukan kepada para pengawas dan penilik serta kepala satuan pendidikan PAUD/TK, SD, dan SMP Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Serang.

Dalam surat tersebut disebutkan, kebijakan PJJ diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih mengalami erupsi menerus dengan status Level III (Siaga). Selain itu, terdapat sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah.

“Seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, SMP Negeri dan Swasta di wilayah Kabupaten Serang dialihkan sementara untuk melakukan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring selama terjadi dampak erupsi Anak Gunung Krakatau,” ujar Drs. H Aber Nurhadi.

Aber juga meminta seluruh kepala satuan pendidikan memastikan pelaksanaan PJJ tetap berjalan secara bermakna, aktif dan terarah, dengan memanfaatkan ekosistem digitalisasi pembelajaran.

“Sekolah juga wajib melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar serta kehadiran pendidik dan murid selama pembelajaran berlangsung secara daring,”ujar Aber.

Selain itu, dirinya menyampaikan kepada seluruh kepala satuan pendidikan diminta menyampaikan laporan berkala mengenai pelaksanaan PJJ kepada Kepala Disdikbud Kabupaten Serang melalui pengawas sekolah dan/atau penilik PAUD di wilayah kerja masing-masing.

Dirinya juga mengimbau para orang tua atau wali murid untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak selama pelaksanaan PJJ.

“Orang tua diminta memberikan pendampingan, pengawasan dan bimbingan aktif kepada putra-putrinya selama mengikuti pembelajaran dari rumah,”Kata Aber.

Pihaknya juga meminta agar para orang tua mengurangi aktivitas anak di luar ruangan guna menghindari paparan abu vulkanik secara langsung.

“Memakaikan masker standar medis/respirator apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah,” menjadi salah satu imbauan yang tercantum dalam surat tersebut,”tambahnya.

Disdikbud Kabupaten Serang menyatakan kebijakan pembelajaran jarak jauh ini akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

Aber juga menyebut pihaknya secara berkala berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang terkait perkembangan indeks kualitas udara (ISPU) serta sebaran abu vulkanik.

Reporter: Wayu Ceko

No More Posts Available.

No more pages to load.