DPD Kawali Keluh Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM di Petarukan

oleh -653 Dilihat
oleh
img 20240106 wa0015 11zon

PEMALANG, Revolusinews.com – Anggota Dewan Pengurus Daerah (DPD) Koalisi Kawal Lingkungan Hidup Indonesia Lestari (Koalisi Kawali) Kabupaten Pemalang, Teguh S meminta pembangunan jaringan pipa distribusi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sesuai regulasi dan lingkungan hidup menjadi prioritas serta jangan menyisakan persoalan yang berdampak terhadap masyarakat.

“Hal itu perlu diperhatikan atas suara lingkungan soal pekerjaan proyek pembangunan dengan dalih kepentingan umum ataupun yang pada akhirnya menjadikan permasalahan,” ujar Teguh S.

“Kesimpulan warga belum ada titik terang, entah sampai kapan proyek itu selesai, karena terhitung sejak tender PUTR /2023 tanggal : 02 Mei 2023 lalu sampai hari ini Kamis (4/01/2024) pekerjaan belum kelar. Justru menyisakan jalan rusak dan becek. Terlebih jalan depan Kantor Kelurahan Petarukan sangat menganggu pemandangan,” sambung Teguh.

img 20240106 wa0016 11zon

Semetara Kepala Kelurahan Petarukan, Sugeng saat diminta keterangannya terkait permasalah jalan rusak mengatakan warga sudah lapor. “Iya barusan pak RW nya sudah laporan ke saya mas,” kata Sugeng melalui pesan singkat pada Kamis (4/1/2025) sekira pukul 4.45 WIB.

Menurut Ketua RT 02 RW 015 Kebonsari, Sudiro menambahkan, bahwa keadaan jalan di lingkungannya apabila diawali dengan pemadatan yang baik tidak sampai seperti itu.

“Dulu pihak CV Gunung Gajah saat pengerjaan penanaman jaringan pipa tidak pemadatan hanya langsung diurug bekas tanah galian kemudian dilakukan pemerataan saja, dan ini pun kami sebagai warga sebenarnya sudah kecewa, coba lihat aktifitas warga jadi terhambat lantaran jalan yang dilalui truk malah ambles dibekas galian jaringan pipa,” kata Sudiro sambil menunjuk ke arah truk yang terperosok amblas dibekas galian pipa.

Sudiro juga mengaku sudah ketemu pihak CV, Gunung Gajah dan PUTR karena kebetulan lagi cek lokasi pekerjaan yang didampingi jajaran Kelurahan Petarukan mengatakan dari pertemuan itu informasi yang didapat bahwa proyek tersebut masih dalam perawatan dan prosesnya masih lama dan masih bersinambungan.

“Saya juga dijanjikan dari pihak CV Gunung Gajah, mereka ngomong mau memperbaiki jalan ini, ya kita tunggu saja nanti seperti apa mudah-mudahan secepatnya. Apalagi kaitannya jalan ini yang nyata-nyata macet akibat banyak kendaraan yang masuk dari jalan Pantura, menambahkan jalan ini tambah parah, karena diperkirakan mobil yang lewat di sini hampir 30 persen,” kata Sudiro.

Hal itu dibenarkan Benuk warga yang merasa tidak nyaman, dia bilang mau sampai kapan pekerjaan proyek ini selesai, karena kegiatan masyarakat jadi terhambat.

“Kok sampai lama dan kapan ya selesai pekerjaannya. Karena ini jalan kelihatannya kuat tapi ternyata dilewati dump-truck langsung ambles,” papar Benok di lokasi jalan yang rusak pada Kamis (4/01/2024).

Benuk juga mengungkapkan bahwa truk angkutannya terperosok pekerja jadi rugi, karena barang tidak langsung dicurah akibat truk-nya ambles di atas bekas galian pipa, dan barang harus dilangsir sehingga biaya menjadi dobel. Ini dampak dari pekerjakan yang belum ada perbaikan oleh CV, Gunung Gajah.

“Saya cuman diam. Sebagai warga kalau kayak gini kan merasa dirugikan akibatnya pengeluaran pekerjaan saya tambah biaya,” tutupnya.

Dari pantauan media, proyek tersebut yang bersumber Dana Alokasi Khusus  (DAK) Th 2023 PUTR Kabupaten Pemalang, jenis pekerjaan jaringan pengembangan perpipaan SPAM dinilai lamban, karena sudah cukup lama hingga pergantian tahun belum selesai, hal itu membuat warga RT 02/RW 015 mengaku terganggu.

No More Posts Available.

No more pages to load.