DEPOK, Revolusinews.com – Pemerhati Pendidikan, Dr. Ir. Dede Farhan Aulawi, MM., CHT menanggapi adanya dugaan manipulasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 untuk memprioritaskan peserta didik tertentu di SMK Negeri 2 Depok yang dapat menimbulkan diskriminatif dan tidak adanya keadilan bagi semua peserta didik baru.

Pemerhati Pendidikan yang juga Dewan Penasihat RevolusiNews.com, Dede Farhan Aulawi sangat menyayangkan adanya dugaan terjadinya fraud/kecurangan yang terkait dengan manipulasi data penerimaan peserta didik tersebut. Apalagi sekolah adalah lembaga pendidikan, yaitu kawah candradimukanya pendidikan anak bangsa.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar mengajar saja, tetapi juga tempat untuk mendidik dimana moral dan integritas menjadi kesatuan yang tak bisa dipisahkan,” ujar Dede saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (19/6/2025).
Lebih lanjut, Dede menegaskan, jika memang ada yang bersalah tentu harus diberikan sangsi sesuai ketentuan yang berlaku. Baik berupa sangsi administratif ataupun sangsi pidana jika ditemukan adanya perbuatan melawan hukum.
“Dipandang perlu adanya penyelidikan lanjutan untuk memverifikasi kebenarannya. Peran pengawasan bisa dilakukan oleh dinas pendidikan ataupun DPRD guna mengetahui duduk perkara yang sebenarnya,” tandasnya.

Menurut pihak sekolah bidang Tata Usaha (TU) SMK Negeri 2 Depok, Ateng mengatakan, bahwa pihaknya hanya bisa bantu untuk menginformasikan informasi pendaftaran dan jalur sesuai ketentuan yang berlaku. Jika tidak diterima tahap 1, bisa mencoba untuk mendaftar kembali ke tahap 2. Tgl 24-1 Juli 2025.
“Siap. Insya Allah kami akan selalu memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku mohon doanya,” kata Ateng, Kamis (19/6/2025).
Sementara itu, peserta didik yang mengaku dibantu oleh orang dalam (ordal) mengajak peserta didik lainnya untuk mengikuti ordal tersebut menggunakan jalur khusus tertentu yang diyakini diterima di SMK Negeri 2 Depok sebagaimana dirinya telah diterima.
“Ngikut gw aja, masuk dah. Gw pakai jalur KETM buat formalitas. Kan emang banyak yang ikutin ordal yang bantu gw kayaknya dari Dinas Pendidikan se-Kota Depok,” ungkap peserta didik yang diduga diprioritaskan menggunakan jalur khusus tertentu.
Saat dikonfirmasi melalui surat wawancara pada Kamis (19/6/2025) yang dikirim kepada TU SMK Negeri 2 Depok, Ateng cq Kepala SMK Negeri 2 Depok namun sampai saat ini tidak memberikan jawaban hingga berita ini ditayangkan.













