FEB UT Adakan PKM Edukasi Komposter dan Urban Farming di Ekowisata Keranggan

oleh -417 Dilihat
oleh
img 20250629 wa0015 11zon

TANGERANG, Revolusinews.com – Dalam rangka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarat (PKM) Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Terbuka (FEB UT) program studi pariwisata melakukan edukasi pengelolaan sampah berbasis zerro waste dan urban farming sekaligus management sebagai implementasi konsep ekowisata, bertempat di Kampung Ekowisata Keranggan Kecamatan Setu Tangerang Selatan (Tangsel).

Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat sekitar Kampung Ekowisata Keranggan memperoleh pengetahuan untuk menciptakan produk wisata dari pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk wisata, berbasis ramah lingkungan sebagaimana sejalan dengan konsep ekowisata.

Rangkaian kegiatan dibagi menjadi 2 sesie, sesie pertama dilakukan pada Kamis (05/06/2025) berupa pelatihan pembuatan komposter sampah organik yaitu  alat atau wadah yang digunakan untuk mengolah sampah organik (seperti sisa makanan, daun, dan ranting) menjadi kompos dan pupuk organik cair (POC), disampaikan oleh Britania Sari sebagai praktisi zero waste.

Sesie kedua pada hari Minggu (29/06/2025) berupa  pelatihan urban farming menggunakan  media tanam  berupa sekam mentah, sekam bakar, pupuk kompos dan POC hasil dari komposter, disampaikan oleh Hening Swastikaningrum sebagai praktisi berkebun.

Aktifitas ini dipandu langsung oleh dosen FEB UT yaitu Novita Uki Hutami bersama  Khairunnisa, Rini Subekti, Rizky Rivaldy dan Prof. Ginta Ginting.

Novita, selaku ketua tim mengatakan, Kampung Ekowisata Keranggan dipilih menjadi tempat PKM, karena sejalan dengan arah dan tujuan dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus terjalin  untuk membangun pariwisata berkelanjutan khusus ekowisata berbasis masyarakat,” harapnya.

Novita menambahkan, agar masyarakat dapat terus meningkatkan kemampuan dan memahami bagaimana cara mengubah limbah rumah tangga menjadi kompos yang bernilai ekonomis dan berkualitas serta bagaimana cara menggunakan kompos untuk bercocok tanam secara tepat guna.

“Tujuan jangka panjangnya, produk wisata ramah lingkungan diharapkan dapat menambah kegiatan ekonomi masyarakat tentunya juga menambah pendapatan masyarakat,” tutupnya.