BIAK NUMFOR, RevolusiNews.com — Festival Budaya Biak 2025 resmi dibuka dengan tema “Mencintai Budaya, Membentuk Karakter” selama tiga hari dengan menghadirkan semangat persaudaraan dan pelestarian warisan leluhur masyarakat Biak Numfor bertempat di Lapangan Cenderawasih Biak, Papua pada Sabtu (18/10/2025).
Acara pembukaan dihadiri oleh Makhruzi Rahman, Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang hadir mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor, pimpinan Kabupaten Supiori, perwakilan Majelis Rakyat Papua (MRP), pimpinan dan anggota DPRK Biak Numfor, serta ribuan masyarakat yang memadati arena festival.

Dalam sambutannya, Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra mengatakan, bahwa festival ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan bentuk nyata dari kecintaan terhadap budaya daerah.
“Festival Budaya Biak adalah manifestasi rasa cinta terhadap budaya lokal dan warisan leluhur. Ini menjadi embrio menuju festival budaya internasional yang akan digelar pada tahun 2026,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh seniman, budayawan, dan masyarakat Biak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan tradisi yang telah menjadi identitas daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang terus konsisten menggelar kegiatan pelestarian budaya.
“Festival ini menjadi sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah, memperkuat kearifan lokal, dan mendorong pembangunan Papua yang damai, maju, dan sejahtera,” ujar Aryoko.
Adapun Makhruzi Rahman, dalam sambutan yang dibacakannya mewakili Menteri Dalam Negeri, menekankan pentingnya pelestarian tradisi leluhur sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa.
“Festival ini adalah momentum strategis untuk menghidupkan kembali warisan leluhur suku Biak. Tradisi luhur yang diwariskan turun-temurun harus dijaga dan digunakan untuk menumbuhkan nasionalisme serta membentuk karakter bangsa yang kuat,” kata Makhruzi.
Ia juga menegaskan bahwa ajang budaya seperti ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan dalam pengembangan potensi wilayah serta penguatan identitas kebangsaan di Papua.
Sebagai penutup acara pembukaan, para pejabat dan tamu undangan diarahkan untuk menyaksikan langsung atraksi khas Biak, “Apen Bayern” tradisi berjalan di atas batu panas (barapen), yang menjadi simbol kekuatan, keberanian, dan kebersamaan masyarakat Biak.
Festival Budaya Biak 2025 akan berlangsung hingga Senin (20/10/2025), menghadirkan beragam pertunjukan seni, parade budaya, lomba kuliner tradisional, dan pameran ekonomi kreatif yang menampilkan kekayaan warisan budaya Biak Numfor.











