PEMALANG, Revolusinews.com — Forum Wartawan Pemalang (FWP) mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang melalui Satpol PP untuk segera menghentikan aktivitas pengurugan proyek pembangunan pabrik pakan ternak PT Aquatec Rekatama Konstruksi yang diduga belum mengantongi izin resmi.
Desakan tersebut disampaikan Ketua FWP, Drs. Imam Santoso, usai melakukan klarifikasi langsung dengan Kepala Bidang Cipta Karya, Andilala, pada Selasa (2/2/2026).
Imam mengungkapkan, dari hasil klarifikasi tersebut terdapat dua poin penting, yakni belum adanya izin pembangunan pabrik pakan ternak oleh PT Aquatec serta kewajiban penghentian seluruh aktivitas pengurugan di lokasi proyek.
Menurutnya, pengurugan lahan merupakan bagian awal dari tahapan pendirian bangunan yang dalam istilah konstruksi dikenal sebagai lantai kerja, dan hanya dapat dilakukan setelah perizinan bangunan diterbitkan secara resmi.
“Kami FWP pada prinsipnya tidak anti investasi. Namun investasi harus patuh aturan. Izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum ada, tapi aktivitas pembangunan sudah berjalan. Ini jelas menyalahi ketentuan,” tegas Imam, Kamis (5/2/2026).
Selain persoalan perizinan, FWP juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum yang mengatasnamakan wartawan dalam meminta sejumlah uang terkait proyek tersebut, bahkan disertai bukti transfer dan pencatutan nama wartawan Pemalang.
Imam menilai tindakan tersebut mencederai profesi jurnalistik dan merusak kepercayaan publik terhadap insan pers yang bekerja secara profesional dan beretika.
FWP mendorong PT Aquatec untuk melaporkan dugaan pemerasan tersebut kepada aparat penegak hukum, sekaligus meminta Satpol PP dan aparat penegak Perda bertindak tegas agar seluruh aktivitas pembangunan di Pemalang berjalan sesuai hukum yang berlaku.






