SPPG Ujunggede Disorot, Wartawan Sulit Akses Informasi IPAL

oleh -11 Dilihat
img 20260609 wa0000
Foto ilustrasi: SPPG Yayasan Muhaz Bina Sarana di Desa Ujunggede, Kecamatan Ampelgading, yang menjadi lokasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (8/6/2026). Foto: (Rae Kusnanto RNews)

PEMALANG, Revolusinees.com – Pasalnya dalam konfermasi tersebut, Kepala SPPG dinilai tidak punya atitut baik, wartawan mengaku sempat merasa kurang mendapatkan sambutan, dan ini tidak patut sebagai seorang pemimpin.  Meski telah dipersilakan duduk di ruang tamu, Kepala SPPG yang memperkenalkan diri sebagai Yosua memilih tetap berdiri selama proses wawancara berlangsung. Saya sudah duduk dari pagi diruang kerja, ucapnya.

Kunjungan wartawan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Ujunggede, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Senin (8/6/2026), menyoroti keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan pada dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan informasi yang diterima sebelumnya, wartawan mendatangi lokasi untuk melakukan konfirmasi terkait dugaan penggunaan sistem IPAL manual di dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Muhaz Bina Sarana. Kedatangan tersebut dilakukan sesuai fungsi kontrol sosial pers dan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 13.04 WIB, wartawan terlebih dahulu meminta izin melalui petugas keamanan yang berjaga di pos depan. Wartawan kemudian dipersilakan menunggu di ruang tamu untuk bertemu dengan penanggung jawab dapur.

Tak lama kemudian, seorang pria yang memperkenalkan diri sebagai Yosua datang menemui wartawan. Dalam perbincangan tersebut, Yosua mengaku menjabat sebagai Kepala SPPG atau kepala dapur di lokasi tersebut dan menjawab sejumlah pertanyaan terkait operasional dapur MBG.

Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan IPAL, Yosua menyampaikan bahwa fasilitas tersebut telah tersedia dan berada di bagian belakang bangunan. Yosua juga terlihat berhati-hati dalam memberikan keterangan dan tidak mengizinkan wartawan melihat langsung lokasi yang disebut sebagai area IPAL. Ini pesan mitra pengelola dapur, tuturnya.

Menurut Yosua, sejak awal operasional SPPG telah memiliki sistem pengolahan limbah yang dibuat melalui beberapa titik resapan. Kalau disini sudah ada IPAL malah dibuat empat lobang dan lobang resapan, ujar Yosua kepada media lagi. Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan standar pengelolaan limbah yang diterapkan di dapur MBG Desa Ujunggede.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, wartawan kemudian menghubungi pemilik dapur sekaligus mitra SPPG, H. Turah, melalui sambungan telepon sekitar pukul 13.35 WIB. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas IPAL masih dalam tahap perencanaan, dan akan segera beli, papar H. Turah.

Sorotan terhadap fasilitas pendukung di sejumlah SPPG menjadi perhatian publik setelah sebelumnya 11 SPPG di Kabupaten Pemalang yang mendapat evaluasi suspend sementara dari Badan Gizi Nasional (BGN). Oleh karena itu, keberadaan dan kelengkapan sarana pendukung, termasuk SPPG Desa Ujunggede yang dinilai abaikan IPAL, karena penting guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sesuai standar yang berlaku.

No More Posts Available.

No more pages to load.