PEMALANG, Revolusinews.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sokawati Bersatu (AMSATU) menggelar aksi damai di Kantor Desa Sokawati, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Rabu (25/12/2025). Aksi tersebut mencuat setelah warga secara terbuka mempersoalkan dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan pembangunan desa.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan petisi warga serta sederet tuntutan terkait sejumlah proyek desa, mulai dari pembangunan jalan rabat beton, drainase, hingga gedung BUMDes yang dinilai tidak sesuai peruntukannya. Warga menuding gedung BUMDes justru digunakan sebagai kantor desa atas kebijakan Kepala Desa Sokawati.
Aksi damai berlangsung dengan pengamanan ketat dari Polres Pemalang, jajaran Polsek Ampelgading, serta personel Koramil 07/Ampelgading. Aksi warga di halaman Kantor Desa Sokawati dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, sementara audiensi baru berakhir kurang lebih pukul 13.00 WIB.
Salah seorang warga peserta aksi yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa terhadap pemerintah desa PEMDes. Ia juga menyebut, kolam pengembangan ikan lele dan fasilitas WiFi yang mengatasnamakan BUMDes tidak pernah disertai laporan yang jelas kepada desa maupun masyarakat. “Semua atas nama BUMDes, tapi ke warga tidak pernah ada bukti apa-apa,” ujarnya dengan nada tinggi.
Keluhan serupa disampaikan MD, seorang petani yang turut dalam aksi tersebut. Ia mengaku kecewa terhadap jawaban Kepala Desa Sokawati, Teguh, beserta jajarannya yang dinilai berbelit-belit. “Jawabannya muter-muter dan tidak sesuai dengan pertanyaan. Jujur saya kecewa,” ujar MD kepada wartawan.

Audiensi antara perwakilan warga dan pemerintah desa turut disaksikan unsur Muspika Ampelgading, di antaranya Camat Ampelgading, Kapolsek Ampelgading, Danramil Ampelgading, serta sejumlah awak media yang meliput jalannya dialog terbuka tersebut.
Usai audiensi, Santoso, Koordinator Lapangan AMSATU bersama tim 9, menegaskan bahwa tuntutan yang disampaikan dalam aksi kali ini hanyalah sebagian kecil dari temuan warga. “Temuan kami sebenarnya banyak sekali, tapi yang kami sampaikan hari ini baru sebagian. Kalau semua dipaparkan, bisa sebulan tidak selesai,” ungkap Santoso di hadapan media.
Saat ditanya mengenai kemungkinan aksi lanjutan, Santoso mengisyaratkan peluang tersebut terbuka lebar. “Insyaallah kemungkinan ada aksi jilid dua. ‘Kan ini ada potensi temuan yang mengarah ke pelaporan, tapi semua akan kami koordinasikan dulu dengan warga Sokawati,” pungkasnya.










