PEMALANG, Revolusinews.com – DPC GRIB Jaya Kabupaten Pemalang mendesak Pemerintah Kabupaten Pemalang segera mengisi sejumlah jabatan strategis yang hingga kini masih kosong atau belum diisi pejabat definitif. Salah satu posisi yang menjadi perhatian adalah jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).
Desakan tersebut disampaikan dalam audiensi antara pengurus DPC GRIB Jaya Kabupaten Pemalang dengan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Ruang Peringgitan Kantor Bupati Pemalang, Senin (8/6/2026) sore.
Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Pemalang, Muliadi, menilai kekosongan jabatan strategis yang berlangsung cukup lama berpotensi memengaruhi efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan program pembangunan daerah.
Menurutnya, jabatan Sekda yang hingga saat ini masih diisi Penjabat (Pj) perlu segera ditetapkan secara definitif, terlebih proses seleksi terbuka telah selesai dan menghasilkan tiga kandidat yang memenuhi syarat.
Selain posisi Sekda, GRIB Jaya juga menyoroti jabatan Direktur RSUD dr M Ashari Pemalang dan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mulia yang masih dijabat pelaksana tugas. Organisasi tersebut berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian terhadap pengisian jabatan-jabatan tersebut.
Menanggapi hal itu, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menjelaskan bahwa penetapan Sekda definitif masih menunggu terbitnya opini hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menjadi salah satu syarat dalam proses administrasi pengangkatan.
Anom menyebut audit BPK untuk pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah masih berlangsung. Ia berharap opini audit dapat segera diterbitkan dalam waktu dekat dan Kabupaten Pemalang kembali memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Terkait jabatan Direktur RSUD dr M Ashari, Bupati menegaskan pemerintah masih melakukan pertimbangan secara matang untuk menentukan figur yang tepat. Menurutnya, kepemimpinan rumah sakit memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah juga menargetkan pengaktifan kembali rumah sakit di Randudongkal setelah pembenahan manajemen layanan kesehatan daerah berjalan optimal.






