Terjerat Kemarau Panjang 2026, Petani Jagung di Enrekang Terancam Gagal Panen

oleh -9 Dilihat
oleh
img 20260729 wa0035 11zon

ENREKANG, Revolusinews.com – Fenomena El Nino tahun 2026 berdampak buruk pada sektor pertanian di wilayah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Kondisi kritis ini dialami secara nyata oleh para petani di Desa Kotu, Kecamatan Anggeraja.

Penurunan intensitas curah hujan secara drastis memicu krisis air berkepanjangan dan mengancam hilangnya sumber mata pencaharian ratusan petani akibat gagal panen masal.

Mayoritas dari para petani mengeluhkan penurunan hasil produksi jagung yang sangat signifikan. Karakteristik lahan pertanian jagung di kawasan tersebut berada di dataran tinggi dan bergantung penuh pada sistem tadah hujan, sehingga ketiadaan hujan otomatis menghentikan pasokan air ke perkebunan mereka.

Salah satu petani lokal di Desa Kotu, Suparman mengungkapkan pasrahnya melihat kondisi tanaman jagung miliknya yang mulai mengering dan dipastikan tidak dapat dipanen.

“Musim kemarau tahun ini terasa sangat panjang. Lahan jagung kami mengering total, dan dipastikan gagal panen,” kata Suparman saat ditemui di lokasinya, memaparkan kerugian materiil yang kini membendung harapan para petani, Rabu (29/7/2026).

Kerugian finansial tak lagi terhindarkan bagi komunitas petani setempat. Kini, harapan utama mereka tertuju pada percepatan pergantian musim agar krisis air ini segera berakhir.

Berdasarkan pemantauan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak dampak musim kemarau ekstrim akibat El Nino di wilayah Enrekang ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan September mendatang.