Galuh Ethnic Ciamis Carnival Perayaan Hari Jadi Ciamis ke-384 Dinodai Kejahatan

oleh -17 Dilihat
oleh
img 20260611 wa0014 11zon



CIAMIS, Revolusinews.com – Kemeriahan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke 384 yang ditandai digelarnya Galuh Ethnic Ciamis Carnival di kawasan pendopo Ciamis ternoda oleh aksi kejahatan. Di tengah maraknya pengunjung yang memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan seni dan budaya menjadi korban pencurian, satu unit ponsel pintar merk Tecno 20C raib dicuri tangan jahil.

Suasana yang padat dan hiruk-pikuk saat pertunjukan berlangsung pada Kamis (11/6/2026) ternyata dimanfaatkan pelaku untuk beraksi. Korban, seorang warga Kecamatan Cijeungjing Ega Nuryani, S Hum menceritakan bahwa ia sempat memasukkan ponsel ke dalam tas saat berdesak-desakan mencari posisi pandang yang lebih baik. Baru sejenak ia lengah dan asyik menikmati penampilan tarian serta iringan musik etnik, benda berharga itu sudah tidak ada di tempatnya.

“Saya benar-benar tidak menyadari ada yang bergerak di dekat saya karena sangat ramai dan seru. Begitu mau memotret momen indah, tangan saya membuka tas dan ternyata tidak ada  Saat saya cari ke sekeliling, tidak ada lagi orang yang mencurigakan di dekat situ,” ungkap korban dengan nada kecewa.

Peristiwa ini menjadi catatan kelam di tengah upaya pemerintah daerah menampilkan wajah Ciamis yang indah, berbudaya, dan ramah. Padahal, Galuh Ethnic Ciamis Carnival digelar sebagai wujud kebanggaan akan warisan leluhur Kerajaan Galuh, sekaligus daya tarik wisata budaya yang mengundang warga dari berbagai penjuru wilayah hingga luar daerah untuk hadir.

Kepadatan pengunjung yang menjadi bukti antusiasme masyarakat justru menjadi celah keamanan yang belum tertangani sepenuhnya. Meski terlihat petugas keamanan dan satpol PP berkeliling di beberapa titik, aksi pencopetan tetap terjadi karena sulitnya mengawasi setiap sudut di tengah ribuan warga yang berdesak-desakan.

Ade Munandar yang biasa di panggil Ade Sapujagat merupakan suami dari korban merasa kecewa dengan ulah tangan panjang yang beraksi dalam kegiatan yang bersejarah , ia berharap  seluruh pengunjung agar lebih waspada dan menjaga ketat barang bawaan.

“Kehilangan satu unit HP ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik kemeriahan perayaan dan keindahan pertunjukan budaya, ancaman kejahatan tetap mengintai. Warga berharap ke depannya, penyelenggaraan acara besar serupa tidak hanya memprioritaskan kemegahan panggung dan atraksi, tetapi juga memperkuat pengamanan dan kenyamanan pengunjung, agar momen istimewa Hari Jadi Kabupaten Ciamis tidak lagi ternoda oleh kerugian seseorang  akibat ulah tangan panjang” tegas Ade Sapujagat.

Hingga berita ini ditayangkan, korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti, sementara kegiatan karnaval tetap berjalan lancar hingga selesai dengan pengamanan yang diperketat.