CIANJUR. Revolusinews.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberitahukan adanya gempa bumi berkekuatan 5.6 Skala Richter, Lintang 6.84 LS, Bujur 107.05 BT, Kedalaman 10 KM pada Senin (21/11/2022) sekira 13.21 WIB.
BMKG memberikan keterangan gempa bumi tidak mengalami Tsunami tersebut di 10 KM Barat Daya Kabupaten Cianjur, 15 Km Timur Laut Kota Sukabumi, 39 Km Tenggara Kota Bogor, 63 Km Barat Laut Bandung dan 78 Km Tenggara Jakarta.
Adanya peristiwa gempa bumi di wilayah Cianjur, Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan SH SIK MSi menyatakan ada sejumlah 20 orang meninggal dunia akibat gempa bumi yang terjadi di Cianjur.
Dikatakannya, data jumlah korban tersebut merujut data dari RSUD Kabupaten Cianjur. Adapun sejumlah 100 orang lainnya mengalami luka dan dirawat di RSUD.
“Sementara masih dalam pendataan yang sudah kita bisa lihat secara langsung sedang ditangani luka-luka itu 100 orang, meninggal dunia 20 orang, data itu di RSUD Kabupaten Cianjur,” jelasnya.
Sementara, Kepala BNPB Letjen Suharyanto pada Senin (21/11/2022) sekira 17.00 WIB mengungkapkan, hingga kini sudah ada sejumlah 46 orang meninggal dunia. Jumlah korban luka-luka bahkan mencapai 700 orang.
“Update yang kami sampaikan akan terus berkembang, khususnya jumlah korban dan jumlah luka-luka, ini kami barusan mendapat informasi dan Bupati Cianjur sudah menyampaikan, sekarang sudah ada 46 orang yang meninggal dunia, dan sudah ada di RSUD Kabupaten Cianjur dan kurang lebih 700-an orang luka-luka. Ini luka-luka rata-rata patah tulang akibat terkena reruntuhan,” tutupnya.











