Ibu dan Bayi Ditemukan Tewas di Mushala Terminal Kalideres

oleh -318 Dilihat
oleh
img 20251012 wa0034

JAKARTA, BARAT, Revolusinews.com – Seorang wanita berinisial H (38) ditemukan tewas bersama bayi laki-laki yang baru dilahirkannya di dalam Mushalla Terminal Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis siang (9/10/2025).

Peristiwa memilukan ini menyisakan duka sekaligus ironi bagi kehidupan sosial di jantung ibu kota. Tragedi ini juga membuka luka sosial tentang kehidupan kaum marjinal di ibu kota. Di tengah gemerlap Jakarta, masih ada warga yang harus berjuang melahirkan sendirian di ruang publik tanpa bantuan medis.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, korban diketahui bekerja sebagai tukang pijat bagi para sopir bus di kawasan terminal. Siang itu, H diduga mengalami kontraksi dan melahirkan seorang diri di toilet umum terminal tanpa bantuan medis maupun orang sekitar.

“Korban sempat terlihat menuju kamar mandi mushala. Tak lama kemudian, ia keluar sambil membawa keranjang sampah dan masuk ke dalam mushala,” ungkap AKBP Reonald Simanjuntak, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Jumat (10/10/2025).

Beberapa saksi melihat korban berjalan lemah dengan pakaian berlumuran darah. Sesaat setelah itu, korban ditemukan tergeletak tak berdaya di dalam mushala oleh warga yang hendak shalat.

“Saksi masuk ke dalam mushala dan melihat korban bersimbah darah di bagian kaki. Diduga korban meninggal dunia karena kehabisan darah usai melahirkan,” ujar Reonald.

Petugas Dishub Terminal Kalideres yang menerima laporan segera berkoordinasi dengan *Polsek Kalideres dan Puskesmas setempat*. Namun, nyawa korban dan bayinya tak dapat diselamatkan.

Sementara ini  lokasi pada saat ini sudah  garis polisi masih membentang di sekitar mushala tampak tertutup rapat, sementara sejumlah sopir bus masih dan masyarakat  berdatangan untuk melihat tempat kejadian yang menggegerkan di lokasi tersebut

“Kejadian siang kemarin, banyak darah di dalam. Langsung geger semua,” kata salah satu sopir yang enggan disebut namanya.

Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen, mengatakan korban dikenal baik oleh para sopir. “Ibu ini tukang urut sopir-sopir di terminal. Orang-orang sudah biasa lihat dia di sini,” ucap Revi.

Menurutnya, korban bukan warga sekitar dan kerap bermalam di area terminal atau di bagasi kendaraan para sopir.

Beberapa warga menuturkan, sebelum melahirkan korban sempat meminta teh hangat. Ada yang menyarankan agar ia pergi ke bidan atau rumah sakit, namun korban menolak.

“Sempat disuruh ke puskesmas, tapi dia enggak mau. Akhirnya dia melahirkan sendiri dan meninggal karena pendarahan,” ujar seorang penjaga toilet dengan nada menyesal.

Kepanikan warga semakin menjadi ketika bayi yang dilahirkan tidak tampak di sekitar tubuh korban. Setelah dilakukan pencarian, bayi tersebut ditemukan di dalam keranjang sampah di depan mushala, dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Mereka cari-cari bayinya, ternyata di keranjang sampah depan mushala,” kata salah satu saksi di lokasi.

Polisi kemudian mengevakuasi jenazah ibu dan bayi ke RS Polri Kramat Jati untuk keperluan visum dan pemeriksaan medis lebih lanjut.

No More Posts Available.

No more pages to load.