KABUPATEN TANGERANG, Revolusinews.com – Ipin Herlinda caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menuju DPR 1 Dapil Tangerang Raya meliputi, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan tentu bersama dengan visi dan misinya.
Dalam giatnya sebelum pandemi corona, Ipin Herlinda sudah banyak kegiatan diluar daerah, terutama masuk ke daerah terpencil dan tertinggal yang jauh dari keramaian kota. Merasa terpanggil, bergerak dari hati memberikan pengobatan sukarela secara gratis pada masyarakat setempat.
” Ternyata, banyak didapatkan temuan hal yang diluar dugaan saat dirinya berada didaerah pelosok, tentang kurangnya akses pendidikan dan kesehatan yang sangat minim untuk di rasakan oleh warga. Prioritas utamanya untuk akses Tenaga kesehatan (Nakes), tenaga pengajar atau guru serta fasilitas lainnya yang masih banyak sekali di pandang kurang.
Dalam pandangannya, anggaran APBD Daerah yang dikeluarkan oleh APBN Pusat itu sebenarnya besar sekali, namun yang jadi pertanyaan, “kemana dana semuanya itu, berawal dari itulah yang menjadi dasar pemikiran saya merasa terpanggil untuk maju mencalonkan diri jadi anggota Dewan kelak jika diizinkan duduk di DPR 1.
” Saya ingin memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia terutama pada warga Tangerang Raya yang ada di pelosok daerah tertinggal dan terpencil serta jauh dari akses keramaian Kabupaten/Kota,” papar Ipin Herlinda ke awak media RNews.
Saat dirinya masih berada di pelosok kampung, banyak warga yang mengadu dan mengeluhkan tentang pelayanan Rumah Sakit yang belum maksimal dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
Terutama pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD), berharap mendapat ruang kamar rawat Inap tersebut harus menunggu lama untuk mendapatkan tempat dengan alasan penuh atau alasan ini dan itu. Hal ini banyak terjadi pada Rumah Sakit di wilayah Kabupaten Tangerang yang dikeluh warga.
Yanti warga Cikupa sangat menyesalkan atas tindakan yang dilakukan oleh pihak dokter IGD Rumah sakit, pasalnya pada saat membawa anaknya yang masih bayi kena Diare datang ke IGD tidak diterima terlebih dahulu untuk memberi pertolongan pertama pada pasien,
“Saya sangat kecewa sekali oleh pelayanan pihak Rumah Sakit yang tidak mau menerima dan nanganin pertolongan terlebih dahulu pada pasien, malah oleh pihak Nakes tersebut langsung dirujuk ke Rumah sakit lain dengan alasan tidak ada dokternya,” ujar Yanti ibu anak dua.
Saya berharap pemerintah pusat dan daerah bisa memberikan tindakan tegas terhadap Management Rumah Sakit yang tidak mengedepankan rasa kemanusiaan terhadap pasien,” tegas Ipin Herlinda












