Kapal Titanic Kecelakaan, Prawita Genppari Sampaikan Pandangannya

oleh -1559 Dilihat
oleh
img 20230629 wa0004

BANDUNG, Revolusinews.com Sebagai organisasi para pegiat pariwisata, Prawita Genppari tentu menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang terjadi atas dugaan meledaknya kapal selam wisata Titanic di AS akibat tingginya tekanan air laut sehingga menghancurkan kapal selam tersebut.

Ketum DPP Prawita Genppari, Dede Farhan Aulawi yang juga mantan Certified Accident Investigator mengatakan, dalam konteks ini untuk menentukan penyebab yang sebenarnya, tentu memerlukan penyelidikan lebih lanjut berdasarkan scientific accident investigation.

“Mencari akar penyebab itu tidak mudah karena saat menarik kesimpulan harus didukung oleh fakta – fakta atau bukti – bukti pendukung yang kuat secara ilmiah,” ujar Dede di hadapan seluruh jajaran pengurus DPP Prawita Genppari di Bandung pada hari Selasa (27/6/2023).

Dikatakan Dede, untuk mengetahui duduk permasalahannya, dan tentu menegaskan kembali tentang kampanye keselamatan (safety) di bidang kepariwisataan itu sangat penting sekali. Apalagi untuk pariwisata kapal selam (sub marine tourism) seperti Titanic ini.

“Jadi dalam Safety Tourism itu ada istilah risk assesment atau hazard identification untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya berbagai kecelakaan di tempat wisata, baik wisata darat, wisata air, maupun wisata udara,” tuturnya.

Dede ini memang sangat berpengalaman di bidang safety sesuai regulasi yang berlaku baik di tingkat nasional ataupun internasional. Jadi ketika menjelaskan masalah safety tampak sekali penguasaan pengetahuan dan keterampilannya di bidang tersebut untuk diimplementasikan dalam tata kelola destinasi wisata.

Menurut berbagai informasi di banyak mass media dikatakan bahwa sisa-sisa kapal selam Titanic ditemukan berada di dasar laut di Atlantik Utara pada kedalaman sekitar 3.800 m. Di permukaan laut, tekanan atmosfer adalah 14,7 pound per inci persegi (psi). Tekanan air di kedalaman tempat garis samudra berada setara dengan sekitar 400 atmosfer, hampir 6.000 psi. Dengan demikian maka patut diduga bahwa ledakan tersebut bisa terjadi disebabkan tekanan yang sangat besar dari air laut pada kedalaman tersebut terhadap badan atau lambung kapal.

Selanjutnya Dede menjelaskan bahwa kapal selam Titan dibangun oleh OceanGate of Everett, Washington, dan dirancang untuk menahan tekanan air yang ekstrim di kedalaman sekitar 3.800 meter di dekat bangkai kapal Titanic yang tenggelam seabad silam. Jadi secara teoritis mestinya mampu menahan tekanan air, bahkan sebelumnya juga telah melakukan penyelaman ke bangkai kapal Titanic.

Mengutif keterangan dari Prof. Roderick Smith, seorang pakar di Imperial College, London, mengatakan kecelakaan itu kemungkinan besar disebabkan oleh “kegagalan lambung tekanan”, tetapi puing-puing perlu diambil untuk melakukan penyelidikan penuh sehingga kemungkinan sangat sulit untuk menentukan penyebabnya. Kecelakaan ini telah menewaskan lima orang penumpangnya yaitu pendiri dan CEO perusahaan Stockton Rush, penjelajah Inggris Hamish Harding, Pengusaha kelahiran Pakistan Shahzada Dawood dan Sulaeman putranya, dan ahli kelautan Prancis dan ahli Titanic terkenal Paul-Henri Nargeolet yang telah mengunjungi bangkai kapal itu puluhan kali.

Dikabarkan pula bahwa untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan tersebut, AS akan menjalin kerja sama dengan lembaga investigasi nasional dan internasional seperti Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS, Dewan Keselamatan Transportasi Kanada, Dewan Investigasi Korban Laut Prancis, dan Cabang Investigasi Kecelakaan Laut Inggris. Oleh karenanya, saat ini bukti-bukti sedang dikumpulkan di sekitar Pelabuhan St. John’s, Newfoundland dengan koordinasi bersama otoritas Kanada.

“Tujuan utama dari proses investigasi kecelakaan adalah mencegah kejadian serupa dengan membuat rekomendasi yang diperlukan untuk memajukan keamanan domain maritim di seluruh dunia. Tetapi satu hal yang patut diingat bahwa investigasi kecelakaan tersebut wajib dilakukan oleh certified investigator, agar teknik dan metodologi investigasinya dilakukan secara benar,” pungkas Dede mengakhiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.