PEMALANG, Revolusinews.com – Koalisi Kawali Indonesia Lestari menggelar kegiatan sosialisasi penguatan kelembagaan, arahan konservasi dan rehabilitasi mangrove, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari, Jumat 27 sampai 29 Maret 2026 ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 melalui skema Norway’s Contribution, bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Program ini menitikberatkan pada pemulihan sabuk hijau (green belt) di kawasan pesisir Pantai Utara Jawa guna menekan laju abrasi sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan.
Tak hanya fokus pada aspek ekologis, kegiatan ini juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui konsep ekonomi sirkular berbasis potensi mangrove.
Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan daerah, di antaranya Camat Ulujami Selamet Waluyo, S.STP., M.P. mewakili Bupati Pemalang, PJ Kepala Desa Pesantren Rudi Hartono, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Prayitno S.Hut.,M.Si., dan perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Jawa Tengah, Sudirman S.St., M.M.
Koordinator Kegiatan Implementing Partner (IP), Wisnu W., S.Sos., menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan langkah strategis dalam melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas warga menjadi kunci agar mangrove juga memberi nilai ekonomi,” ujarnya.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan teknis konservasi mangrove, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan, serta strategi mitigasi kerusakan ekosistem pesisir.
Selain itu, peserta juga dibekali penguatan kelembagaan dan pengembangan ekonomi, termasuk pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) serta akses pasar melalui sinergi dengan sektor koperasi dan UMKM.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, Kawali, dan masyarakat, Desa Pesantren dan Desa Mojo diharapkan menjadi role model restorasi pesisir yang berkelanjutan, baik dari sisi ekologi maupun ekonomi.






