PEMALANG, Revolusinews.com – Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Taman, Rini Patriana menanggapi terkait 6 siswanya yang terlibat tawuran antar pelajar dan kini sedang berlangsung sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Pemalang pada Selasa 28 November 2023.
“Kami lembaga pendidikan tidak akan mengeluarkan siswa siapapun, karena kemarin ibu dari 6 siswa datang di sekolah memohon anaknya untuk tidak dikeluarkan atau pindahkan. Sikap kami hanya memberikan saran dan solusi yang kami ajukan kepada orang tua wali agar tetap bersekolah. Tapi kami minta kesadarannya untuk membuat surat pernyataan di tempat sekolah yang baru, hanya itu,” kata Rini kepada wartawan pada Kamis (30/11/2023).
Dikatakannya, dari keluarga 6 pelajar yang terlibat tawuran, mereka berupaya komunikasi pihak-pihak terkait di Pemalang, mencoba mengajukan permohonan tetap belajar di sekolah. Mereka didampingi Komisi Perlindungan Anak dan Lembaga Wartawan Peduli Sosial Pemalang (WPSP) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang.
“Memang tadi pagi kami kedatangan tamu pihak Dinas Pendidikan masih terkait persoalan ke enam anak tersebut,” terang Rini.
Tak hanya itu, sejarah anak-anak tersebut cukup panjang dan menjadi catatan bagi guru, itu sangat berpengaruh, apalagi siswa lainnya. Siswa yang berkonflik dengan hukum saat ini masih dipertimbangkan.
“Kita berharap untuk siswa/wi pelajar baik sekolah di sini maupun lembaga pendidikan lain dengan peristiwa ini akan menjadi catatan semua pihak, terutama bagi orang tua lebih prioritas dalam pengawasan kepada anak, karena kami lembaga pendidikan atau guru pendidik hanya waktu 6-7 jam di sekolah, selebihnya waktu dan kesempatan kembali kepada orang tua/keluarga,” tutup Rini Patriana Kepsek SMPN 1 Taman Kecamatan Taman, Pemalang.









