SERANG, Revolusinews.com – Adanya peristiwa ledakan yang keempat kalinya di PT CBP, Warga masyarakat di Kecamatan Cikande meminta penutupan perusahaan secara permanen.
Pasalnya, peristiwa ledakan yang terjadi di PT CBP mengakibatkan dua karyawan luka bakar, merusak sejumlah rumah dan mushola pada Jum’at (3/6/2023).
Menurut keterangan warga setempat, ” kejadian ini kerap terjadi di PT CBP, seperti ledakan dan kebakaran, keluhan lain yang di alami seperti adanya polusi asap, debu juga bising yang dirasakan warga di setiap harinya di Kampung Gambar, RT.015/RW.02 Desa Lewilimus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang,
Bu Tarti, salah satu warga yang rumahnya rusak, menjelaskan bahwa, “kejadian seperti ini sudah ke-4 kalinya, cuma yang parah itu 3 kali, kemarin parah, seperti Gempa, Alhamdulillah warga kami tidak ada Korban, cuma dampak ledakan tersebut rumah pada retak, plafon, genteng, engsel dan kaca rusak, dan makam juga, terus sehari harinya asap pekat hitam, debu, dan bising, apalagi saya kan punya anak kecil, setiap hari mengalami situasi seperti ini, padahal sudah berung kali di omongin sama Bos perusahaan, tapi tidak mau dengar dan tidak direspon,” ujar Tarti, Korban
“Pas kejadian kemarin, Saat terjadinya ledakan, warga semua berhamburan dan panik. Diantara kepanikan para orang tua berlarian sambil mencari keberadaan anak-anaknya khawatir menjadi korban, “kan takut kena timpahan plafon dan kaca rumah Ambruk.
Sampai sekarang anak-anak masih pada trauma, ketakutan, sampai ada yang demam, sebab sudah ketiga kali meledak parahnya seperti ini, jadi sudah tiga kali ini juga rumah saya ambruk, Ia memang diganti, tapi jika begini terus kan kami Stress pak,” keluhnya
Dari kejadian Jumat kemarin, Warga yang terdampak ledakan langsung demo dan mendatangi perusahaan tersebut, tapi dari pihak perusahaan sepertinya menghindar, tidak mau menemui kami.
“Pihak perusahaan sampai saat ini belum ada yang terjun kelokasi guna melihat dampak dari ledakan di tempat kami. Seharusnya sebagai bentuk tanggung jawab dengan segera mengunjungi warga, tapi kali ini, malah setelah kejadian, warga langsung demo kesana, tapi pihak perusahaan sama sekali tidak merespon keluhan serta jeritan warga yang menjadi korban, ” ujar Tarti.
PT CBP dulu pernah berjanji dan memastikan pada kami bahwa, “tidak akan terjadi lagi adanya ledakan, tapi kenyataannya kemarin musibah ledakan itu terjadi lagi.”
Dulu warga mendesak agar PT CBP diberhentikan operasionalnya, tapi dia berdalih dengan janji dan pastikan tidak terjadi ledakan lagi, eh taunya kejadian lagi, bahkan waktu hari Kamis sebelum kejadian, Bos perusahaan itu keliling kesini, kan setiap hari debu dan asap hitam nyebar kemana mana, itu Saya bilang pak Ini asapnya gimana, Bos itu jawab, “Udah udah ga apa apa katanya, ini lagi dipasangi besi tidak akan ada debu dan meledak lagi, “jelasnya
Perusahaan memberikan uang atas dampak operasional, warga hanya dikasih uang Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah) tiap bulan sebagai kompensasi.
Perusahaan berjanji pada warga akan memasang pagar batas menghalau Debu, tapi sampai saat ini tidak juga dilaksanakan.” Perusahaan pernah janji pasang pagar penghalang debu disini, tapi mana sampai sekarang tidak ada, hanya janji aja,” pokoknya, kami minta agar perusahaan itu ditutup saja secara permanen, kami takut dan trauma, belum lagi yang kami alami kerugian material lainnya,” terang Riah diamini oleh Warga lainnya












