Kerjasama dengan Hotel Santika, Satnarkoba Polres Jakbar Edukasi P4GN

oleh -3574 Dilihat
oleh
img 20230111 wa0021

JAKARTA, Revolusinews.comSatnarkoba Polres Metro Jakarta Barat bekerjasama dengan manajemen Hotel Santika menyelenggarakan penyuluhan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) bertempat di Ruang Meating HS Hotel Santika Lt G Jl Aipda Ks Tubun Slipi Palmerah Jakarta barat yang diikuti sebanyak 20 karyawan manajemen Hotel Santika, Rabu (11/1/2023).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 20 karyawan manajemen Hotel Santika dengan narasumber yaitu Kasatres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Akmal.

Kasatres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Akbp Akmal mengatakan, dari Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat melakukan kerjasama dengan manajemen hotel santika dalam rangka memberikan edukasi tentang pemahaman narkoba dan dampaknya

“Kami bekerjasama dengan hotel santika menyelenggarakan penyuluhan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN),” ujar Akbp Akmal saat dikonfirmasi.

Menurut Akmal, hal tersebut sangat lah penting guna memberikan pemahaman kepada pihak manajemen hotel santika. Setidaknya dengan edukasi ini bisa memahami dan mengerti pengetahuan tentang narkoba, dan bisa diimplementasikan dalam mendukung pekerjaan sehari-hari

“Jadi sedini mungkin bisa mencegah dan mengantisipasi jika adanya pengunjung yang membawa ataupun dalam pengaruh narkoba. Kami juga mengenalkan tentang berbagai jenis narkoba dan dampak / efek negatif yang ditimbulkan dari penyalahgunaan narkoba tersebut,” terangnya.

Dari berbagai narkoba dikenalkan kepada para karyawan – karyawati tentang jenis narkoba dan efek penyalahgunaan narkoba tersebut

Narkoba terbagi terhadap 4 kelompok yaitu kelompok Cannabis, Amphetamine Type Stimulants (ATS), Opiad dan Tranquilizer.

Cannabis seperti marijuana / ganja dan hasish (getah ganja) mengandung zat THC ( tetrahidrakanabinol dan kanabidiol ) umumnya biasa cara digunakan kedalam lintingan rokok dan memiliki dampak, Ketika seseorang merokok ganja, THC akan cepat melewati paru-paru menuju aliran darah. Darah akan membawa bahan kimia tersebut ke otak dan organ-organ lain di seluruh tubuh

Dampaknya yang ditimbulkan terjadinya perubahan kesadaran terhadap waktu,
Perubahan suasana hati, Gerakan tubuh terganggu, Kesulitan berpikir dan memecahkan masalah serta Gangguan terhadap daya ingat

Untuk ATS terdiri dari amphetamin, ekstasi, katinon dan shabu (methamphetamin) seperti contoh pada jenis ekstasi digunakan dengan cara meminumnya sementara untuk sabu dihisab menggunakan alat hisap sabu

Penyalahgunaan shabu dalam jangka panjang dapat menyebabkan banyak efek negatif seperti kecanduan kronis yang disertai dengan perubahan fungsional dan molekul di dalam otak.

Sementara pada ekstasi Penyalahgunaan shabu dalam jangka panjang dapat menyebabkan banyak efek negatif seperti kecanduan kronis yang disertai dengan perubahan fungsional dan molekul di dalam otak, dan untuk golongan Opiad terdiri dari heroin (putau), morfin, opium, pethidin, codein, subutek/subuxon dan methadone

Heroin atau putaw adalah narkotika sangat adiktif yang diproses dari morfin, yaitu zat alami yang dari ekstrak benih biji tanaman poppy varietas tertentu

Umumnya penggunaan heroin dengan dihisap, dimasukkan ke dalam rokok atau dicairkan dengan memanaskannya di atas sendok lalu disuntikkan ke pembuluh darah, otot, atau di bawah kulit.

Efek yang ditimbulkan Narkotika ini dapat mengubah struktur fisik serta fisiologi otak yang dapat menyebabkan sistem saraf dan hormon menjadi tidak seimbang dalam jangka waktu lama.

Penelitian menunjukkan bahwa kerusakan otak akibat heroin dapat memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan, berperilaku, dan tanggapan pada situasi stres.

Berikut efek heroin jangka panjang terhadap tubuh:

Penurunan kesehatan gigi, ditandai dengan gigi yang rusak dan gusi bengkak
Rentan terhadap berbagai penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya menurun
Tubuh menjadi lemah, lesu, dan tidak bertenaga, Nafsu makan yang buruk dan kekurangan gizi, Insomnia, Penurunan fungsi seksual, Kerusakan hati atau ginjal secara permanen, Infek.

No More Posts Available.

No more pages to load.