CILACAP Revolusinews.com – Simulasi penanganan bencana Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan, PT. Pertamina Patra Niaga Regional 3 Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Kegiatan berlangsung selama dua hari dimulai dengan gladi di Hotel Aston Cilacap dan dilanjutkan dengan koordinasi serta tinjauan ke lokasi simulasi di Dusun Jakadenda, Desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, pada Rabu (15/5/2024).

Selanjutnya, simulasi dilaksanakan dilokasi dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait dan warga setempat pada hari Kamis (16/5/2025).
Seluruh prosedur dan dokumentasi kegiatan ini nantinya akan menjadi role model dan acuan bagi kabupaten/kota lain dalam penanganan bencana akibat limbah B3.
Direktur Pemulihan Lahan Terkontaminasi dan Penanganan Limbah B3/Non B3, Haruki Agustina, menekankan bahwa bencana tidak hanya dipengaruhi oleh faktor alam tetapi juga oleh limbah, sehingga diperlukan tata kelola penanganan yang baik.
“Kami berharap simulasi ini dapat membangun SDM masyarakat yang siaga dan menjadi modal bagi Kabupaten Cilacap dalam menyusun kedaruratan bencana,” ujar Agustina.
Petugas keamanan mensimulasikan upaya sterilisasi lokasi kejadian agar warga tidak mendekat ke titik kejadian.
Simulasi ini diharapkan dapat mencegah kedaruratan yang lebih besar, menghindari panik dan menenangkan masyarakat.
Gladi ini diharapkan berjalan dengan baik dan lancar dengan dukungan Pertamina Patra Niaga, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap, Sri Murniyati, menyampaikan bahwa Cilacap, sebagai pusat kegiatan nasional dengan banyak perusahaan nasional dan multinasional, harus memiliki standar penanganan limbah B3.
“Gladi ini diharapkan dapat meminimalisir dampak yang lebih besar dan menjadi role model bagi kabupaten kota lain,” jelas Murniyati.
Eksekutif General Manager Pertamina Patra Niaga Regional 3 Jawa Tengah, Aji Anom Purwasakti, mejelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pelatihan penanganan kedaruratan.
“Kesiapsiagaan membutuhkan koordinasi dari seluruh pihak, dan kami berterima kasih telah dilibatkan dalam gladi simulasi ini,” ucap Purwasakti.








