KTNA Gelar Rapat Koordinasi Mendorong Sinergi Ketahanan Pangan

oleh -212 Dilihat
img 20260214 wa0001 11zon

TANGERANG, Revolusinews.com  – Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) mendorong komunitas dan organisasi petani dan nelayanl untuk bersinergi mendukung ketahanan pangan, dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan di  Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian  dan Perikanan (DKP3) Tangerang Selatan (Tangsel) pada hari Jum’at (13/02/2026).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Bidang Ketahan Pangan M. Farizal Gumay sekaligus membuka acara,  Kepala Bidang Pertanian Virgo Agustinus Sembiring, Dewan Pengawas Induk Koperasi Petani dan Nelayan (Inkoptan) sekaligus Ketua Dewan  Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Tangsel Alwani.

Ketua KTNA M. Awaluddin beserta jajarannya, organisasi, komunitas, kelompok petani dan nelayan beserta tim Penyuluh juga hadir young ambasor agricultural Kementan Heru Saoping.

Dalam paparannya ketua KTNA menyampaikan beberapa hal antara lain: potensi pertanian Tangsel, permasalahan utama, perlunya sinergi dengan semua pihak dan dampak yang diharapkan.

Kemudian Sekretaris KTNA sekaligus perwakilan Ikatan Alumni Magang Jepang (IKAMAJA), menyampaikan adanya kesempatan untuk belajar dan bekerja sebagai petani di Jepang.

Selanjutnya Heru Saoping menyampaikan bahwa saat ini sudah melakukan usaha pertanian dalam bentuk pembibitan kelapa, ternak kambing dan pabrik tempe, siap untuk bersinergi.

Acara selanjutnya diskusi umum yang disampaikan para peserta diantaranya, kesulitan lahan, bibit, peralatan pertanian modern, pemasaran, terbatasnya penyuluh pertanian, legalitas penggunaan lahan pengembang, mesin pendingin untuk penyimpanan hasil pertanian yang saat ini berada di DKP3.

Sementara itu Kabid Pertanian, Virgo, berharap KTNA bersama dengan komunitas petani dan nelayan  bisa memetakan masing masing kelurahan memiliki produksi apa  yang paling berpotensi, dan dibuktikan dengan data serta dampaknya yang berkelanjutan.

“Dengan data kita akan lebih memudahkan mengalokakan bantuan baik dari pemerintah daerah maupun lembaga keuangan,” jelasnya.

Virgo melanjutkan bahwa pemerintah sudah memiliki program ketahan pangan yaitu RW Mantap, di tahun 2026 targetnya terbentuk  20 RW Mantap sampai dengan tahun ke 5 targetnya 100 RW Mantap Diharapkan komunitas pertanian dan masyarakat bersama RW bisa merangkul  karang taruna, teman teman kita yang belum bekerja atau tidak bekerja, sehingga tidak ada lagi pengangguran.

“KTNA diharapkan terus  bersinergi dengan para kelompok tani RT, RW dan kelurahan untuk mendorong percepatan terbentuknya RW Mantap. RW Mamtap bukan hanya satu produk tapi didalamnya bisa termasuk dan gabungan pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, agrobisnis, urban farming juga tanaman hias,” ungkapnya.

“Kami juga bisa memfasilitasi di area  kantor DKP3 lahan untuk pameran atau bazar pertanian, perkebunan dan perikanan,” tandasnya.

Akhir acara Ketua KTNA menyampaikan bahwa untuk detailnya akan ada rapat lanjutan.

“Sinergi adalah kunci kebersamaan, bersama mendukung ketahanan pangan, menuju masyarakat tani  yang sejahtera, membangun Tangsel yang mandiri,” kata Awaluddin menutup acara.

No More Posts Available.

No more pages to load.