TANGERANG, Revolusinews.com – Mencari nafkah bagi seorang kepala keluarga adalah suatu kewajiban yang harus dilaksanakan apapun kondisinya. Begitulah yang dilakukan pasangan suami istri tuna rungu dan tuna netra.
Tegoeh dan Dewi Suhanja adalah sepasang suami istri tuna rungu, saat ini sedang mengikuti bazar ramadhan di mesjid Al Aqsha Permata Bintaro Pondok Aren Tangsel pada hari Jum’at-Selasa (13-17/02/2026).
Tinggal di jalan Sumber Rezeki RT 03 RW 06 no 42 Perigi Baru Pondok Aren Tangsel, pinggir tembok jalan toll, jika kita berkunjung harus berbecek becek ria karena jalan menuju kerumahnya masih tanah.
Tegoeh menyampaikan bahwa kami memiliki usaha “Harum Chemical Laundry” yang terdiri dari softener, deterjen, pelicin, parfum wangi, sabun cuci piring, karbol, pembersih lantai, shampo mobil, sabun tangan, semir ban, baik kemasan 5 liter maupun 1 liter.

“Kami jual dengan berkeliling, ikut bazar juga melalui on line. Kami berharap selalu bisa ikut bazar tentunya dengan biaya yang bisa terjangkau,” katanya.
“Alhamdulillah kami sudah memiliki anak laki laki normal (tidak tunarungu), sudah lulus kuliah logistik, namun saat ini belum bekerja, sedang mencoba berjualan ayam goreng , tapi memang membutuhkan modal untuk aktifitas tersebut,” ungkapnya.
Kemudian Dewi, istrinya menyampaikan, saat ini juga memiliki usaha Es Coklat Enak dalam kemasan botol, baru mulai belum 1 tahun. Alhamdulillah sudah bersertifikat halal.
“Kami berusaha mencukupi kebutuhan keluarga semampu kami bisa, hasilnya kami serahkan kepada Allah SWT,” kata Dewi.
Di tempat yang berbeda Indaryono dan Rochman penyandang tuna netra juga mengikuti bazar di Atrium Bintaro Jaya Xchange beberapa waktu sebelumnya.
Indaryono menyampaikan bahwa kami berdua sama sama memiliki profesi pijat refleksi dan kami juga membuka klinik di rumah, dari Serpong kami berangkat naik KRL dan turun di Jurang Mangu, gampang tinggal jalan kaki ke Bintaro Exchange, ujar Indar.
Wartawan revolusinews, sempat memberitahukan bahwa laki laki tadi yang barusan direfleksi adalah Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tangsel, tamu undangan di acara ini “Waah saya tidak tahu dan tidak ada yang memberitahu, saya hanya mengurut kaki dan tangannya, tadi tidak tanya tanya,” jelas Indaryono.
Selanjutnya Rochman menyampaikan selain refleksi juga menjual barang barang milik teman melalui aplikasi online.
“Alhamdulilah saat ini ada aplikasi yang bisa bersuara, jadi walaupun saya tidak melihat, dengan HP ini saya bisa menjual barang kepada pembeli,” ungkapnya.
Rochman mengatakan bahwa mereka sudah memiliki istri yang juga tuna netra, dalam keseharian biasa seperti orang lain, berkegiatan rutin dan saling bercengkrama.
“Saya dan Indaryono sama sama sudah menikah dengan tuna netra juga, cukup lama menikah, namun belum dikaruniai anak, kami terus berusaha dan berdoa, hasilnya kami serahkan kepada Allah SWT,” tutupnya.












