Kunjungan Wisata ke Gunung Merapi, Bunker Kaliadem dan Batu Alien Yogyakarta

oleh -1128 Dilihat
oleh
img 20240806 wa0014

YOGYAKARTA, Revolusinews.com – Rombongan wisata dari travel BTT mengunjungi objek wisata Gunung Merapi yang terletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah (meliputi Kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kabupaten Sleman).

Rombongan wisata dari travel BTT pada tanggal 05 Agustus 2024 pukul 02.45 dini hari langsung dijemput di Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Camp Jeep Merapi.

Marsijan salah satu tour gate mobil jeep merapi menjelaskan, sebaiknya  sampai di lokasi Bunker Kaliadem (kaki gunung merapi), masih dalam kondisi gelap  sebelum pukul  05.00 Wib tentunya  dengan menyewa Jeep kisaran 350-650.000 rupiah (short, medium atau long term).

“Alhamdulillah ternyata benar, sesampai di kaki Gunung Merapi (Bunker Kaliadem) kita dapat melihat percikan bunga api (lahar kecil) yang mengalir di lereng Gunung Merapi. Melihat view kerlap kerlip Kota Yogyakarta serta bisa menantikan saat saat matahari terbit (sun rise) yang begitu indah dan mempesona,” ucap para wisatawan

Marsijan kembali memaparkan, bahwa Bunker Kaliadem merupakan area/ruangan bawah tanah yang berfungsi sebagai ruang lindung darurat bila terjadi erupsi. Bunker Kaliadem dibangun di tahun 2001 dan diresmikan tahun 2005. Namun sejak kejadian erupsi tahun 2006 tidak difungsikan lagi  sebagai ruang lindung darurat, hanya difungsikan sebagai tempat wisata.

Selanjutnya Marsijan dengan Jeep warna merah mengantar wisatawan ke Batu Alien yang ukurannya cukup besar diameternya sekitar tinggi 2 meter menyerupai wajah alien.

“Batu tersebut kalau difoto mirip wajah alien ada mata hidung mulut dan telinga, tapi bahasa jawa bisa diartikan bongkahan batu vulkanik dari kawah Gunung Merapi mengalir ke Sungai Gendol dan terlempar ke Desa Jambu atau   dengan kata lain batu yang dialihkan,” jelas  Marsijan sambil tertawa.

Wisata Batu Alien dibagian pintu masuk terdapat gapura yang sangat besar terbuat dari batu, ada tiga spot foto yang menarik yaitu pengunjung bisa berfoto di atas ornamen yang tingginya sekitar 3 meter berupa ornamen telapak tangan manusia, kobaran semburan larva dan kontruksi ornamen berbukit  dengan  view pemandangan alam yang sangat indah.

Akhir wisata pagi tertuju ke rumah penduduk yang dijadikan museum.

Marsijan kembali menjelaskan museum ini diberi nama Museum Mini Sisa Hartaku atau The House of Memory.

“Museum ini tempat dikumpulkannya sisa-sisa harta yang rusak dan terpendam karena letusan Gunung Merapi seperti TV, radio yang sudah meleleh, rangka sepeda, rangka motor, perabot rumah tangga, jam dinding, gamelan, dan barang-barang lain hingga rangka hewan ternak milik penduduk juga terpajang di museum ini,” ungkap Marsijan.

Wisata pagi diakhiri dengan sarapan di rumah makan Kopi Pletok dengan nuansa kursi meja kuno dan view persawahan.

“Makanannya cukup sederhana nasi sayur lodeh tempe tahu telor, namun antriannya sangat  panjang,” celoteh salah satu wisatawan dari travel BTT.

No More Posts Available.

No more pages to load.