BOGOR, Revolusinews.com – Kampung Babakan Cisewu Desa Sukajaya Kecamatan Jonggol dan Kampung Babakan Ngantai Desa Sukaresmi Kecamatan Sukamakmur Bogor merupakan kampung yang saling berdampingan dimana memiliki kontur alam yang asri dan indah.
Kampung Babakan Cisewu banyak dikelilingi aliran sungai dengan bongkahan bebatuan sendimen cadas yang sangat besar, pemandangan pegunungan dan persawahan, ada juga ke unikan lain yaitu jalan menuju pesantren Sekolah Akan Bukit Al Aqsho hanya bisa dilewati motor dengan jembatan gantung, untuk mobil harus menyebrangi sungai jika kondisi sungai dangkal.
Untuk melewati area Kampung Babakan Cisewu ada Harmoni Farm, kavling persawahan dengan saung ditengahnya, melewati jalan mobil yang di kiri kananya lahan persawahan hijau royo royo menghampar luas nan asri, sepanjang jalan juga ada beberapa rest area berupa warung, cafe maupun saung.
Sementara itu untuk menuju Kampung Babakan Ngantai yang posisinya didataran tinggi diatas Kampung Babakan Cisewu, juga memiliki pemandangan yang indah yaitu pegunungan, lembah berupa sawah dan sungai, sangat berpotensi dikembangkan menjadi camping ground, outbound maupun panoramic (photografi panorama).
Kampung Babakan Ngantai saat ini belum ada akses kendaraan, harus melalui Samani Hill River View merupakan lahan kavling, juga harus melalui dua sungai kecil yang tebingnya longsor, sehingga hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Salah satu tokoh masyarakat SHL pada Minggu (07/06/2026) yang ditemui Revolusinews.com berharap Desa Sukaresmi Kecamatan Sukamakmur yang diproyeksinya menjadi pusat pemerintah Kabupaten Bogor Timur yang terintegrasi dan modern dapat segera selesai, dan dapat berdampak pengembangan ke wilayah sekitarnya.
“Kampung Babakan Ngantai rencananya juga akan dibangun jalan desa, agar bisa diakses kendaraan melalui Sukamakmur,” jelasnya.
Sementara itu OGL, salah satu pemilik lahan di Kampung Babakan Ngantai (letter C 673 nomor persil 114), sangat bersyukur jika pembangunan jalan desa tersebut segera terwujud, berharap bersama Pokdarwis dan masyarakat dapat lebih cepat membangun desa wisata alam.
“Saat ini lokasi Kampung Babakan Ngantai, sudah ada tanda dan potok merah selebar bahu jalan beririsan dengan lahan kami, tentunya masyakat berharap nanti ada sosialisasi resmi dari desa, agar lebih jelas,” ungkapnya.
OGL menambahkan, dengan keunikan dan keindahan kedua kampung tersebut, perlu didorong pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan bimbingan Dinas Pariwisata dan Dikti melalui kampus kampus, diharapkan pemuda pemudi yang tergabung di Pokdarwis bersama masyarakat dapat memunculkan ide ide cemerlang mengembangkan dan membangun desa wisata alam yang berkesinambungan dan berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi kreatif, kata OGL menutup pembicaraan.






