PURBALINGGA, Revolusinews.com – Proyek pemerintah pembangunan irigasi terusan bendungan slinga di RT 07/RW 02 Kelurahan Wirasana, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah yang ditargetkan selesai bulan September tahun 2022 diduga mangkrak.
Pasalnya, dalam pengerjaan saat ini diperkirakan mencapai 60 persen sudah tidak berjalan yang diduga kurangnya transparansi dari pihak pembebasan lahan. Fakta di lapangan, terdapat salah satu rumah milik warga yang terdampak proyek tersebut namun masih berdiri.

Salah satu warga terdampak, Ars 40 tahun mengatakan dirinya hingga saat ini masih tinggal di tengah-tengah pembangunan proyek irigasi tersebut dan belum bersedia pindah ke tempat lain dikarenakan pihak panitia pembebasan lahan belum pernah mengajak dirinya selaku ahli waris pemilik lahan untuk berunding terkait harga lahan per-meter yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.
Lanjut dirinya juga mengungkapkan, bahwa panitia pembebesan lahan telah mengurangi ukuran tonase miliknya yang seharusnya sesuai sertifikat luas tanah dan bangunan 15 meter namun yang tertera dalam ganti rugi 12 meter.
“Kami tidak berniat menghalangi proyek pemerintah, kami hanya minta panitia lelang tidak gengsi dengan ucapannya yang arogan dengan mengucapkan “ngak mau menerima besarnya gantii rugi yang ditetapkan panitia lelang gusur paksa” agar panitia lelang berusaha melanjutkan proyek irigasi tersebut dengan membuka lahan baru dengan maksud agar bisa mengusur tempat yang baru dan proyek tersebut bisa terselesaikan,” beber Ars.
“Kami berharap kepada pihak pihak terkait agar bisa menyikapi permasalahan tersebut, jangan sampai hanya kepentingan segelintir oknum yang bermain mengobankan wong cilik yang jelas minta sesuai yang pemerintah tetapkan,” tandas Ars mengakhiri.
Sebagai informasi, permintaan hakim pengadilan Kabupaten Purbalingga mewajibkan panitia lelang untuk merubah ukuran menyesuaikan sertifikat pemilik lahan, transparansi besarnya nilai tanah ke pemilik tanah terdampak sesuai besarnya harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.











