PEMALANG, Revolusinews.com – Ribuan pasang mata tertuju pada detik-detik sakral pengibaran Sang Saka Merah Putih di Lapangan Gelora Krida Muda Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Minggu (17/8/25). Upacara monumental ini menjadi puncak peringatan HUT Proklamasi RI ke-80 yang berlangsung penuh khidmat.
Tepat pukul 10.00 WIB, 37 anggota Paskibraka pilihan tampil gagah mengibarkan bendera Merah Putih. Dengan formasi penuh disiplin, prosesi berjalan lancar hingga penurunan bendera pada sore hari pukul 15.00 WIB.

Camat Petarukan, Drs. Syamsul Dewantara, didapuk sebagai inspektur upacara. Sementara itu, jajaran komandan upacara berasal dari Koramil 03 Petarukan, dipimpin Perwira Upacara Pelda Eko Winarno dan Komandan Upacara Serma Wahyono bersama kompi yang terdiri dari prajurit pilihan: Sertu Sri Ngadiono, Sertu Heru Pujiyanto, Sertu Filter Wibowo, dan Serda Marjoko.
Tak hanya aparat, upacara juga melibatkan Forkopimca Petarukan, ASN, seluruh kepala desa dan lurah se-Petarukan, hingga ribuan pelajar dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Kehadiran mereka menciptakan suasana heroik sekaligus meriah.
Meski sehari sebelumnya hujan sempat mengguyur, lapangan Gelora Krida Muda tetap menjadi saksi khidmatnya upacara. Langit cerah seolah menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tak pernah luntur diterpa cuaca.
Kepala Desa Pegundan, Sutrisno, mengaku bersyukur desanya dipercaya menjadi tuan rumah. “Alhamdulillah, upacara berjalan lancar dan dilindungi Tuhan Yang Maha Kuasa. Tahun ini memang berbeda karena dilaksanakan bersama kecamatan, bukan mandiri seperti sebelumnya,” ujarnya.
Kebanggaan juga dirasakan warga setempat. Anisah (40), seorang ibu yang anaknya turut serta dalam barisan siswa peserta upacara, menyebut momentum ini bukan sekadar seremoni. “Kami senang sekali. Selain menumbuhkan rasa cinta tanah air, kegiatan ini juga menghidupkan ekonomi warga karena banyak yang berjualan,” ungkapnya penuh semangat.
Sorak tepuk tangan, derap langkah pasukan, hingga lantunan doa dari Kepala KUA Petarukan, Ust. Miftah, menjadi penutup penuh makna. Warga pun meninggalkan lapangan dengan wajah sumringah, membawa pulang rasa bangga atas semangat kemerdekaan yang terus menyala.
Delapan dekade Indonesia merdeka, namun semangat proklamasi yang digelorakan Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945 tetap hidup. Dan pagi itu, di Pegundan, Merah Putih kembali berkibar megah sebagai simbol tekad bangsa yang tak pernah padam.






