Miris! Bersama 3 Anak Ibu Anah Tinggal di Rumah Reyot

oleh -164 Dilihat
img 20251207 wa0025

KABUPATEN SERANG,Revolusinews.com – Hidup dalam keterbatasan selama hampir empat dekade, Ibu Anah (55) warga Kampung Catang Masjid, RT 011 RW 003, Kelurahan Bojong Catang, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, kini semakin terpuruk setelah ditinggal sang suami delapan bulan lalu.

Rumah yang ia tempati bersama tiga anaknya terbuat dari kayu rapuh dengan dinding triplek dan bilik bambu, beratapkan genteng campur plastik bocor, jauh dari kata layak huni. Di usia senjanya, Ibu Anah hanya bisa pasrah, berharap ada tangan dermawan atau perhatian dari pemerintah daerah yang mau membantu memperbaiki tempat tinggalnya.

“Kalau hujan turun, kami tidak bisa tidur. Air masuk dari segala arah, jadi hanya bisa duduk sampai pagi,” ujar Ibu Anah dengan nada lirih.

Lebih memilukan, sejak suaminya meninggal dunia, keluarga kecil ini hidup tanpa penghasilan tetap. Salah satu anaknya bahkan sudah setahun lebih menganggur akibat pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya mencairkan BPJS Ketenagakerjaan atas nama almarhum suaminya, Umri, juga tak kunjung berhasil karena alasan administrasi saat pendaftaran.

Padahal, menurut data yang diperoleh, BPJS Ketenagakerjaan tersebut telah aktif sejak 2020 dan diperbarui pada 2023. “Sungguh miris nasib keluarga miskin seperti ini, sudah jatuh tertimpa tangga,” ungkap warga setempat yang turut prihatin.

Warga Minta Pemkab Serang Turun Tangan

Pantauan awak media di lokasi bersama Bunda Eyis, warga yang selama ini aktif membantu Ibu Anah, memperlihatkan kondisi rumah yang benar-benar tidak layak huni.
“Seandainya pemerintah itu peka dengan kondisi seperti ini, pasti sudah bisa dimasukkan ke program bedah rumah atau Rutilahu,” ujar Bunda Eyis, Minggu (07/12/2025).

Ia menegaskan, kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Serang sangat dibutuhkan agar keluarga Ibu Anah bisa hidup lebih layak dan aman. “Banyak cara sebenarnya untuk membantu masyarakat seperti Ibu Anah. Kalau tidak bisa bantu total, setidaknya ada rehab ringan supaya bisa ditempati dengan layak,” imbuhnya.

Harapan Terakhir dari Rumah Reyot

Bunda Eyis berharap Pemkab Serang, khususnya dinas terkait, segera turun ke lapangan melihat langsung kondisi memprihatinkan keluarga Ibu Anah.
“Mudah-mudahan pemerintah segera turun tangan memperbaiki rumah Ibu Anah agar bisa ditinggali dengan nyaman bersama anak-anaknya, tanpa rasa takut Setiap kali ujan,” tutupnya.(*)