TANGERANG, Revolusinews.com – Pelaku UMKM Kartini Tika mengisahkan kembang teleng yang berwarna ungu biasanya tumbuh di sekitar pagar rumah mempunyai khasiat luar biasa. Hal ini dikisahkan di rumah produksi Warung Al-Matiinu Jl . H. Namin Kebantenan RT 03 RW 08 No 94 Pondok Aren Tangerang Selatan (Tangsel) pada Sabtu (06/12/2025).
Kartini pemilik warung Al-Matiinu sebelumnya divonis penyakit jantung dan telah dipasang balon dijantungnya, rutin minum obat penyakit jantung dan pengencer darah setiap hari.
“Saya mencoba buat obat herbal dari kembang teleng, saya rebus kemudian diberi gula batu serta jeruk, saya minum pagi dan sore hari, sebagai pengganti obat,” jelasnya.
Sesuai jadwal periksa ke dokter, dokter menyatakan bahwa kondisi jantung dan darahnya cukup baik, dokter kembali memberikan resep obat. Kartini menyampaikan bahwa selama ini obat tidak saya minum karena saya setiap hari sudah minum ramuan kembang teleng.
Kartini menirukan perkataan dokter “ibu hebat, kembang teleng memang memiliki banyak khasiat sama seperti obat pengencer darah, hanya belum ada yang berani mencoba”, kata Kartini menirukan kata dokter.
“saya sudah dinyatakan sembuh dan sejak SMP saya juga memakai kacamata, setelah diperiksa ke dokter mata tidak ada minus, plus, silinder maupun katarak,” ucapnya.
Dengan berjalannya waktu Kartini sering menjadi narasumber dalam seminar dan banyak permintaan minuman kembang teleng baik untuk pengobatan pengencer darah, diabet maupun mata, dari situlah sejak 2017 mulai membuat ramuan kembang teleng dikemas dengan botol plus produk lainnya seperti tingting kacang, tingting jahe wijen, kembang goyang juga dimsum, sudah dipasarkan diberbagai tempat dan luar kota dengan nama Al-Matiinu.
“Sebelumnya bahan baku minuman kembang teleng masih kurang karena menanam sendiri dan memberdayakan tetangga serta teman untuk menanam kemudian kami beli kembangnya. Alhamdulillah saat ini sudah kerjasama dan dibantu oleh Sinarmas ada lahan kosong di Serpong, petani Cianjur dan KWT Pondok Aren untuk penanaman bibit kembang teleng”, pungkasnya.
Kartini menambahkan bahwa produknya sudah bersertifikat halal, legalitas lainnya juga sudah, serta berbagai penghargaan juga sudah banyak diterima termasuk sertifikat trainer BNSP.
Kartini bersyukur karena dari 6.600 peserta UMK seluruh propinsi se Indonesia, terpilih sebagai peserta UMK program 100 Sultanpreneur, Alhamdulillah Al-Matiinu mewakili Tangerang Raya pada program 100 Sultanpreneur yang dimulai pada tanggal 07 Desember 2025.
Kartini berpesan buat anak anak muda terus semangat, terus berkreasi membuat produk, bisa menjadi tim kreator, branding, reseller maupun sebagai maklon
Kartini juga berharap kepada Pemerintah Tangsel agar dapat memberikan arahan support dan bantuan, sehingga legalitas BPOM khusus minuman kembang teleng yang sudah melalui berbagai tahapan dan proses, dapat segera terbit, kata Kartini menutup pembicaraan.






