Pemdes Purbayasa Adakan Isra Miraj di Masjid As Safir Pancuran Mas

oleh -1920 Dilihat
oleh

PURBALINGGA, Revolusinews.comPemerintah Desa (Pemdes) Purbayasa menyelenggarakan Isra Miraj 1444 Hijriah dalam rangka memperingati peristiwa besar perjalanan Nabi Muhammad SAW bertempat di Masjid As Safir yang berada di dalam area taman wisata pendidikan Purbasari Pancuran Mas, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada Sabtu (18/2/2023) dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB.

Turut hadir, Camat Padamara Sarno SIP, Kapolsek Padamara AKP Tri Aryo, Danpos Ramil Padamara Peltu Infanteri zam Roni serta undangan lainnya termasuk para karyawan pedagang serta masyarakat sekitar taman wisata pendidikan Purbasari Pancuran Mas.

Acara diawali dengan pembacaan kalam Ilahi dan sabutan oleh Panitia Peringatan Isra Mi’raj 1444 H Ivan Margarin dilanjutkan sambutan dari H Sarimun selaku Tamir Masjid Baiturrahman dilanjutkan Kades Purbayasa Kasmid. Untuk tausiyah pihak panitia menghadirkan KH Ridwan Mansyur. LC dari Pondok Pesantren Al Hikmah Brebes  yang merupakan salah satu pengasuh pondok pesantren  Al Hikmah.

Dalam ceramahnya, Gus Ridwan menceritakan tentang perjalanan malam Rasullallah SAW saat isra’ mi’raj yang pada intinya sebagai umat Islam harus percaya bahwa peristiwa tersebut benar terjadi.

“Walaupun secara logika sangat sulit diterima namun ini menunjukkan bahwa betapa agungnya sang maha pencipta Allah SWT. Dimana Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa besar saat Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai pengalaman dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi dirinya, umatnya serta alam semesta,” ujar Gus Ridwan.

Dijelaskannya, pengertian Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Al-Aqso. Sedangkan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Al-Aqso menuju Sidrotul Muntaha (langit ke tujuh).

“Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa isra’ mi’raj ini. Pertama, tingginya derajat kehambaan, dalam surat Al-Isra’ ayat satu, menceritakan peristiwa Isra Miraj, yang mana kata ‘abdun’ yang artinya hamba digunakan untuk menyebut Muhammad SAW. Hal tersebut menunjukkan bahwa Nabi SAW adalah hamba yang benar-benar bertakwa pada Allah SWT serta memperoleh derajat yang begitu mulia di sisi Allah SWT,” kata Gus Ridwan menjelaskan.

Kedua, pembekalan dakwa yang tangguh sebelum terjadinya peristiwa Isra Miraj, orang-orang terdekat Nabi SAW selalu mendukung misi dakwahnya silih berganti wafat. Sedangkan di sisi lain, Nabi SAW terus mendapat penindasan dari kaum Quraisy. Ujian yang datang bertubi-tubi ini Allah berikan agar Nabi SAW benar-benar tangguh dalam menyampaikan dakwah.

Ketiga, menyampaikan kebenaran meski pahit, setelah malam Isra Miraj, Nabi SAW menyampaikan kepada penduduk Mekkah apa yang baru saja dialaminya. Namun banyak yang tak percaya mengenai cerita ‘tak masuk akal’ tersebut. Hal ini menunjukkan, kebenaran tetap harus disampaikan, meski pahit karena banyak mendapat penolakan.

Keempat, Syariat Nabi Muhammad SAW,  menghapus syariat Nabi terdahulu. Saat Isra Miraj, Rasulullah SAW jadi imam shalat untuk Nabi-nabi terdahulu. Hal ini jadi bukti mereka patuh dan mengikuti ajaran Nabi SAW sekaligus jadi isyarat bahwa syariatnya tersebut telah menghapus syariat Nabi-nabi terdahulu.

“Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik dari peristiwa isra mi’raj ini. Dengan acara peringatan ini diharapkan para jamaah yang hadir bisa mengikuti jejak Nabi Muhamad SAW dan  menjadi generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga religius, berakhlak mulia Yang mampu beradaptasi dengan Perkembangan teknologi dan zaman,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.